nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Tetapkan Kock Meng sebagai Tersangka Suap Reklamasi Kepri

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 14:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 12 337 2103972 kpk-tetapkan-kock-meng-sebagai-tersangka-suap-reklamasi-kepri-hlozDVf6f1.jpg Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati. (Foto : Okezone.com/Puteranegara Batubara)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut proyek reklamasi di Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati menjelaskan, berdasarkan pengembangan yang dilakukan, pihaknya menetapkan pihak swasta Kock Meng sebagai tersangka dalam kasus ini.

"KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan KMN (Kock Meng-red) sebagai tersangka," kata Yuyuk di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Yuyuk menuturkan, saat ini sebetulnya sedang dilakukan proses penyusunan Raperda tentang Rencana Zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Provinsi Kepri.

Seharusnya, kata Yuyuk, dalam hal itu dibutuhkan izin lokasi dan izin pelaksanaan reklamasi. Menurut Yuyuk, lantaran masih dalam proses penyusunan izin tersebut belum dapat diterbitkan.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati. (Foto : Dok Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

"Oleh karena itulah tersangka akhirnya mengajukan terlebih dahulu prinsip pemanfaatan ruang laut di Tanjung Piayu pada Nurdin Basirun," ujar Yuyuk.

Adapun pengajuan itu dilakukan tiga kali, yaitu pada Oktober 2018 untuk rencana proyek reklamasi pembangunan resort seluas 5 hektare; April 2019 untuk rencana proyek reklamasi yang bersangkutan seluas 1,2 hektare; dan Mei 2019 untuk pembangunan resort dengan luas sekitar 10,2 hektare.

"Ketiga izin itu telah terbit dengan luas total 16,4 hektare," tutur Yuyuk.

Atas perbuatannya, Kock Meng disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK menetapkan Nurdin Basirun (NBA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi di wilayahnya tahun 2018-2019. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka penerima sejumlah gratifikasi.

Gubernur nonaktif Kepulauan Riau, Nurdin Basirun. (Foto: Dok Okezone.com)

Selain Nurdin Basirun, KPK menetapkan tiga tersangka lainnya. Ketiganya ialah Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS); Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH); dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK). Ketiganya ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan suap izin proyek reklamasi di Kepri.


Baca Juga : KPK Periksa Tujuh Saksi Terkait Korupsi Gubernur Kepri

Nurdin Basirun diduga menerima suap sebesar 11.000 Dollar Singapura dan Rp45 Juta. Uang tersebut diberikan secara bertahap dari pengusaha Abu Bakar untuk membantu mendapatkan izin pembangunan resort dan kawasan wisata di area reklamasi.


Baca Juga : Direktur PT Batamas Puri Permai Suban Hartono Diperiksa KPK

1
2

Berita Terkait

OTT KPK Gubernur Kepri

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini