nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alexander Marwata Ngaku Tak Tahu Konpers Dugaan Pelanggaran Firli Bahuri

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 12:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 12 337 2103932 alexander-marwata-ngaku-tak-tahu-konpers-dugaan-pelanggaran-firli-bahuri-OrhnXBQOzf.jpg Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat di DPR RI (foto: Okezone.com/Arie)

JAKARTA - Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) petahana, Alexander Marwata mengaku tidak mengetahui adanya rencana konferensi pers (konpers) terkait dugaan pelanggaran etik berat mantan Deputi Penindakan KPK, Firli Bahuri.

Alexander yang masih menjabat sebagai Wakil Ketua KPK, baru mengetahui adanya konpers tersebut dari rekannya, Basaria Pandjaitan. Alex baru mendapatkan informasi adanya konpers dugaan pelanggaran etik berat Firli dari pemberitaan yang disampaikan oleh Basaria.

"Terus terang, berita di konpers saya dapat info ada konpers dari Basaria, saya di whatsaap lewat berita terkait pengumuman pelanggaran etik Pak Firli," kata Alexander ‎saat menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di ruang rapat Komisi III DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

 Baca juga: Capim Firli Bahuri Bermasalah, Komisi III: KPK Buang Buah Busuk ke Kami!

Alex menjelaskan, biasanya setiap ada konferensi pers terkait apapun di KPK, pasti dia diberitahu. Hanya saja, konpers terkait dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri, Alex mengaku tidak mendapatkan info sama sekali.

"Artinya preskon itu memang ya tidak diketahui oleh seluruh pimpinan. Pak Agus kemarin itu di Jogja. Saya dan Bu Basaria sebetulnya ada di kantor. Tapi, itu yang terjadi," ungkapnya.

 Baca juga: IPW: Oknum KPK Pakai Jurus Pendekar Mabuk Cegah Firli Jadi Pimpinan

‎Sekadar informasi, KPK menggelar konpers terkait dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri pada Rabu, 11 September 2019, kemarin.‎ Konpers tersebut dihadiri oleh pimpinan KPK, Saut Situmorang, penasihat KPK, Muhammad Tsani, dan Jubir KPK, Febri Diansyah.

Dalam konpers tersebut, KPK menyatakan bahwa Calon pimpinan (Capim) lembaga antirasuah, Irjen Firli Bahuri melanggar kode etik berat ketika menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK.

(wal)

Berita Terkait

Pansel KPK

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini