nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Capim Firli Bahuri Bermasalah, Komisi III: KPK Buang Buah Busuk ke Kami!

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 12:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 12 337 2103918 capim-firli-bahuri-bermasalah-komisi-iii-kpk-buang-buah-busuk-ke-kami-2H6JZxusup.jpg Anggota Komisi III DPR RI, Desmond (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa Calon pimpinan (Capim) lembaga antirasuah, Irjen Firli Bahuri melanggar kode etik berat ketika menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK. Hal itu disampaikan KPK melalui konferensi pers yang digelar pada Rabu, 11 September 2019, kemarin.

Anggota Komisi III DPR RI, fraksi Gerindra, Desmond J ‎Mahesa merasa aneh dengan pernyataan sikap KPK terkait dugaan pelanggaran etik berat Firli yang baru diumumkan di akhir proses seleksi atau saat fit and proper test di DPR. Desmond mempertanyakan kenapa dugaan pelanggaran itu baru diumumkan sekarang.

"Yang baru agak aneh, seorang pimpinan KPK hari ini melakukan penyerangan di detik-detik terakhir. ini luar biasa sekali udah bukan sesuatu yang lumrah ini. Kenapa tidak sejak awal di Pansel konpers kemarin dilakukannya," kata Desmond di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

 Baca juga: KPK Surati DPR 2 Capim Bermasalah, Johanis Tanak & Firli Bahuri

Menurut Desmond, pernyataan sikap yang dilakukan KPK terkait dugaan pelanggaran etik ‎Firli merupakan ketakutan dan penolakan yang luar biasa. Desmond berencana menjadikan pernyataan sikap KPK tersebut sebagai bahan pertanyaan ke para capim yang akan diuji kelayakan dan kepatutannya hari ini.

"Ini semua jadi pertimbangan, bagi kami aneh kenapa enggak sejak awal di pansel. Proses seleksi ini kan sudah selesai di pansel. Pansel itu bagian pemerintah, kok bikin konpres, ini kan aneh," ucapnya.

 Baca juga: IPW: Oknum KPK Pakai Jurus Pendekar Mabuk Cegah Firli Jadi Pimpinan

Kata Desmond, seharusnya pernyataan sikap KPK terkait dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri dilakukan sejak awal etika masih dalam rangkaian proses seleksi di Pansel. Sebab, jika pernyataan itu dilakukan KPK di awal, makan kemungkinan Pansel tidak akan meloloskan capim yang diduga bermasalah.

"Ya aneh lah harusnya ini disampaikan KPK pada saat Firli mendaftar di pansel. Kalau ini ditanggapi di pansel, kan enggak masuk ke DPR. Ini namanya KPK buang barang busuk ke kami gitu loh. Bahwa yang harusnya dikasih tau di awal bahwa Firli busuk. Kalau ini kan menyerang orang tidak pada tempatnya. Ada apa gitu loh," ungkapnya.

Sekadar informasi, Komisi III DPR akan menggelar fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan terhadap lima ca‎pim KPK periode 2019-2023, hari ini. Kelimanya yakni, Alexander Marwata, Firli Bahuri, Johanis Tanak, Luthfi Jayadi Kurniawan, dan Roby Arya.

Kemarin, Komisi III telah menguji lima kandidat lainnya yakni, ‎Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, Sigit Danang Joyo, Nurul Ghufron, dan I Nyoman Wara. DPR akan segera menentukan hasil dari fit and propers test terhadap 10 Capim KPK yang nantinya dikerucutkan menjadi lima nama.

(wal)

Berita Terkait

Pansel KPK

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini