nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Eks Pejabat Garuda Indonesia Terkait Suap Emirsyah Satar

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 10:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 12 337 2103852 kpk-periksa-eks-pejabat-garuda-indonesia-terkait-suap-emirsyah-satar-qdhYbDmqBG.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap VP Treasury Manajemen PT Garuda Indonesia, tahun 2005-2012 Albert Burhan terkait kasus suap yang menyeret tersangka Emirsyah Satar.

Dalam jadwal pemeriksaan yang dirilis KPK, Albert akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat Airbus A330-300 PT Garuda Indonesia dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce.

"Yang bersangkutan akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan ESA (Emirsyah Satar)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Baca juga: KPK Dalami Pengadaan Pesawat dari 7 Saksi Kasus Suap Emirsyah Satar

Secara paralel, lembaga antirasuah juga melakukan pemeriksaan terhadap Pegawai PT Garuda Indonesia Rajendra Kartawiria. "Dia juga dihadirkan sebagai saksi," ujar Febri.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, mereka adalah Emirsyah Satar, Beneficial Owner Connaught Intenational Pte. Ltd, sekaligus pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo dan eks Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT. Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno.

Emir sendiri diduga menerima sejumlah uang dari Soetikno Soedarjo yang juga diduga sebagai perantara pihak Rolls-Royce di Indonesia.

Baca juga: KPK Periksa 7 Orang Usut Kasus Dugaan Suap Emirsyah Satar

Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang. Dari pengembangan sementara Emir menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Dan barang yang diterima senilai USD2 juta, yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Terbaru, Emirsyah juga kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini