nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setnov Kembali Cicil Uang Denda Korupsi e-KTP, Total Rp13,9 Miliar

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 17:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 11 337 2103547 setnov-kembali-cicil-uang-denda-korupsi-e-ktp-total-rp13-9-miliar-3ACAX2QFE5.jpg Setya Novanto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Eks Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) kembali membayar cicilan uang denda terkait dengan kasus korupsi pengadaan e-KTP. Kali ini, dia mengembalikan uang senilai Rp500 juta.

"Terpidana Setya Novanto mencicil pembayaran uang pengganti sebesar Rp500.000.000,00 pada 5 September 2019 dan KPK segera menyetor ke Keuangan Negara," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Febri menyebutkan sampai saat ini, uang denda yang telah dikembalikan eks Ketua Umum Partai Golkat itu sebanyak Rp13.9 miliar dan USD100 ribu.

"Sehingga sampai saat ini jumlah Uang Pengganti yang telah dibayar terpidana Setya Novanto berjumlah Rp13.911.946.197,- dan USD 100.000," ujar Febri.

Uang yang dikembalikan ke KPK itu langsung disetorkan ke kas negara dengan rincian:

- Angsuran Rp6.433.322.000.

-Angsuran Rp5.000.000.000.

-Angsuran Rp1.116.624.197.

-Angsuran Rp862.000.000.

-Angsuran Rp500.000.000.

"Sedangkan terkait kewajiban pidana denda Rp1.000.000.000,- sampai saat ini sejumlah Rp500.000.000, telah dibayar dan disetorkan ke kas negara," ucap Febri.

Setya Novanto

Baca Juga: Alasan Setnov Langsung Ajukan PK Terkait Perkara Korupsi e-KTP

Menurut Febri, Setnov masih memiliki kewajiban untuk membayar uang pengganti dan denda, karena berdasarkan kewajiban uang pengganti Setnov yang tertuang dalam putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jkt Pst Nomor 130/PID.SUS/TPK/2017/PN.JKT.PST tanggal 24 April 2019 (inkracht) Setya Novanto USD 7.435.000.

"Tim Jaksa KPK akan terus menagih dan mengejar kekurangan pembayaran Uang Pengganti dan Denda yang wajib dibayar oleh terpidana Setya Novanto," tutur Febri.

Setnov dijtuhi vonis 15 tahun penjara, karena terbukti melakukan praktik tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam proyek e-KTP. Tak hanya itu, Setnov juga diminta membayar uang pengganti kerugian negara 7,3 juta dollar AS dikurangi yang sudah dibayar terdakwa ke KPK sebanyak Rp5 miliar.

(edi)

Berita Terkait

Sidang Korupsi e-KTP

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini