nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkominfo: Pemblokiran Twitter Veronica Koman Tergantung Penyidik

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 11 September 2019 16:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 11 337 2103508 menkominfo-pemblokiran-twitter-veronica-koman-tergantung-penyidik-efMwCMiP5q.jpg Menkominfo Rudiantara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan akun Twitter dari tersangka provokasi asrama mahasiswa Papua, Veronica Koman bisa saja diblokir karena telah menyebarkan hoaks

Namun, ia masih menunggu permintaan dari penyidik Polda Jawa Timur. Menurut dia, belum diblokirnua Twitter Veronica Koman juga bisa dilakukan untuk menelusuri ke negara mana pelarian aktivis hak asasi manusia (HAM) tersebut.

"Nanti itu tergantung kepada penyidik. Karena itu, bagian daripada strategi penyidik. Penyidik kan kadang-kadang minta langsung di takedown atau kadang kadang tidak minta di takedown karena mau ditelusuri, mau dilihat ini larinya ke mana," ujar Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Baca Juga: Lacak Keberadaan Veronica Koman, Polisi Datangi Konjen Australia 

Veronica Koman

Rudiantara enggan terlalu menjelaskan ihwal persoalan akun Twitter Veronica Koman itu yang aktif menyebarkan hoaks soal kerusahan asrama mahasiswa Papua. "Itu strategi di penyidik lah. Yang menetapkan tersangka kan polisi, tanya sama polisi saja," tuturnya.

Menurut dia, selain akun Twitter Veronica Koman juga masih banyak media sosial (medsos) lainnya yang aktif menyebarkan hoaks soal kerusuhan Papua. Kendati demikian, Rudiantara menekankan hoaks kerusuhan Papua paling banyak disemburkan melalui Twitter.

"Pokoknya banyak lah, paling banyak di Twitter lah," ujarnya.

Baca Juga: Masalah Papua Dinilai Harus Diselesaikan dengan Pendekatan Kultural

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini