nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ngaku Tak Terima Surat Panggilan Polisi, Sri Bintang Pamungkas Ikut Demo di DPR

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 11 September 2019 14:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 11 337 2103443 ngaku-tak-terima-surat-panggilan-polisi-sri-bintang-pamungkas-ikut-demo-di-dpr-n0BhvOTIjV.jpg Sri Bintang Pamungkas.

JAKARTA - Sri Bintang Pamungkas mengaku tidak akan memenuhi panggilan polisi atas kasus dugaan ujaran kebencian terkait ‘Seruan Gagalkan Pelantikan Presiden’. Sri Bintang beralasan, dirinya tidak menerima surat panggilan dari Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan Pukul 10.00 WIB, Rabu (11/9/2019).

"Saya tidak pernah menerima surat panggilan. Artinya sudah tentu tidak pernah sampai ke tangan saya ataupun keluarga saya dan ditandatangani oleh orang rumah," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (11/9/2019).

Sri Bintang bahkan sudah punya agenda lain hari ini, yakni unjuk rasa bersama Front Revolusi Indonesia (FRI) di DPR/MPR. "Saya punya acara di MPR," ujarnya.

Menurutnya, surat panggilan seharusnya sudah diberikan tiga hari sebelum jadwal pemeriksaan. "Ini kan sekarang hari Rabu dan panggilannya enggak ada kok. Kalau surat itu mungkin jatuh ke tempat lain saya enggak tahu," tutupnya.

Sri Bintang Pamungkas.

Untuk diketahui, Sri Bintang dilaporkan oleh Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Ketua Umum PITI Ipong Hembing Putra mengaku dirinya merasa keberatan atas seruan yang dibuat oleh Sri Bintang.

Dalam video yang tersebar di media sosial, Sri Bintang mengajak untuk menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2019.

Laporan itu teregister dalam nomor LP TBL/5572/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus dengan terlapor bernama Ipong Wijaya Kusuma dan terlapor Sri Bintang Pamungkas. Pasal yang disangkakan yakni Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 Ayat (2) UU RI Nomor 19/2016 tentang ITE atau Pasal 160 KUHP.

(qlh)

Berita Terkait

Makar

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini