nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sidang Dakwaan Romi, Menag Disebut Kecipratan Duit Suap Rp325 Juta

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 13:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 11 337 2103420 romi-dan-menag-lukman-didakwa-terima-uang-rp325-juta-c2f89B09sX.jpg Romi saat di ruang sidang Tipikor (foto: Okezone.com/Putera)

JAKARTA - Eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi didakwa bersama dengan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, telah menerima uang senilai Rp325 juta terkait kasus dugaan jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Hal tersebut disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (11/9/2019).

"Terdakwa bersama-sama dengan Menag Lukman Hakim menerima uang senilai Rp325 juta," kata JPU KPK, Wawan Yunarwanto.

 Baca juga: Romi Segera Diadili Atas Kasus Suap Jual-Beli Jabatan di Kemenag

Dalam nota dakwaannya, Wawan menyebut bahwa Romi dan Menag Lukman menerima uang itu dari terpidana Haris Hasanuddin. Aliran dana itu disebut berkaitan dengan proses pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim).

"Terdakwa mengetahui atau patut menduga uang itu diberikan karena terdakwa telah melakukan intervensi baik langsung ataupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Haris Hasanuddin," tuturnya.

Pada dakwaan pertama ini disebutkan bahwa, Haris Hasanuddin meminta agar dipermudahkan untuk lolos dalam keikutsertaannya sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. Padahal, Haris sedang dijatuhi sanksi disiplin PNS berupa penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun pada tahun 2016.

 Baca juga: KPK Panggil Staf Administrasi DPP PPP untuk Penyidikan Kasus Romahurmuziy

Mengenai rencananya itu Haris sempat berniat langsung menemui Menag Lukman, namun hal itu tidak tercapai. Akhirnya, Haris mendapatkan saran dari Ketua DPP PPP Jatim Musyaffa Noer agar menemui Romi selaku anggota DPR dan Ketua Umum PPP kala itu.

"Terdakwa melakukan pertemuan dengan Haris membicarakan soal jabatan Kakanwil Kemenag Jatim. Dan terdakwa bersedia untuk menyampaikan keinginan Haris kepada Menag Lukman," sambung Wawan.

Setelah adanya kesepakatan itu, akhirnya Romi menyampaikan keinginan dari Haris kepada Menag Lukman. Dalam proses itu, akhirnya Menag Lukman mengabulkan keinginan dari Haris untuk menjabat Kakanwil Kemenag Jatim meskipun sedang menjalani hukuman.

Atas perbuatannya, Romi didakwa melanggar Pasal Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(wal)

Berita Terkait

OTT Ketum PPP

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini