nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar Tusuk Pembegal yang Coba Memperkosa Pacarnya

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 12:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 11 337 2103404 pelajar-tusuk-pembegal-yang-coba-memperkosa-pacarnya-21hGepHa0U.jpg Ilustrasi Penusukan (foto: Shutterstock)

MALANG - Nasib ZA (17) pelajar yang berhasil memenangi duel dan menusuk seorang begal hingga tewas di kebun tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, ditetapkan sebagai tersangka.

ZA menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang sejak Senin sore hingga Selasa.

Baca Juga: Polisi Tembak Maling Motor karena Melawan saat Ditangkap 

Sebelumnya pelajar kelas 2 SMA negeri di Gondanglegi ini berhasil menaklukkan pembegal yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Malang.

Jasad Pelaku Begal di Kebun Tebu, Kabupaten Malang, Jatim (foto: Unit PPA Polres Malang/Ist)	 

Ia menjadi korban pembegalan pada Minggu malam 8 September 2019 sore di kebun tebu. Ia yang tengah keluar bersama kekasihnya berinisial V.

Namun saat berada di kebun tebu inilah ZA dihampiri oleh kawanan kelompok pembegal 4 orang, 2 orang yang mendekati ZA, sedangkan 2 orang lainnya mengawasi suasana sekitar.

Empat orang pelaku meminta handphone dan sepeda motor ZA, tak cukup di situ ketiganya hendak memerkosa pacarnya.

ZA yang naik pitam akhirnya berusaha membela diri dengan mengeluarkan pisau yang digunakan untuk praktek di sekolah dari dalam jok sepeda motornya. ZA kemudian menusukkan pisau ke dada salah satu pelaku bernama Misnan hingga tewas di lokasi.

Melihat rekannya tewas pelaku lainnya Ali Wafa dan kedua rekannya lain melarikan diri. Jasad Misnan sendiri ditemukan warga sekitar pada Senin siang kemarin.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, jasad Misnan tewas karena tusukan pisau yang dilakukan oleh ZA.

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda membenarkan status ZA telah dinaikkan sebagai tersangka. Namun Adrian menjelaskan status ZA juga menjadi korban pembegalan dan hendak memperkosa pacarnya.

"Sesuai undang - undang kalau ada yang dibunuh pasti ditetapkan tersangka, cuma tidak kami tahan. Istilahnya dalam KUHP itu seseorang melakukan pembelaan diri, harkat atau orang lain maka statusnya overmacht," ujar Adrian saat ditemui Okezone, Selasa (11/9/2019).

Baca Juga: Maling Motor Ini Pecatan Prajurit TNI 

Oleh karena berstatus overmacht, status tersangka ZA bisa saja digugurkan oleh pengadilan saat pemberkasan kepolisian diserahkan.

"Overmacht namanya yang menentukan bukan kami, tapi kami cuma menyajikan dan kita lengkapi administrasi semuanya. Dijadikan tersangka dulu, baru di pengadilan dilepaskan," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini