nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pukat UGM: Revisi UU KPK adalah Upaya Pelemahan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 08:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 11 337 2103276 pukat-ugm-revisi-uu-kpk-adalah-upaya-pelemahan-n38vYBSZLb.jpg Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Okezone)

JAKARTA – Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Zaenur Rohman, menilai revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan sebuah upaya melemahkan lembaga antirasuah tersebut.

"Revisi UU KPK tidak lain adalah upaya pelemahan KPK," kata Zaenur saat berbincang dengan Okezone, Rabu (10/9/2019).

Baca juga: Forum Perguruan Tinggi Muhammadiyah Surati Presiden & DPR Tolak Revisi UU KPK 

Menurut dia, berdasarkan draf RUU KPK tidak tampak satu poin pun yang terlihat ingin menguatkan, justru malah sebaliknya. Sehingga bila disahkan, sangat mengancam independensi KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Okezone)

"Menurut saya jika RUU ini disahkan, maka KPK akan 100 persen kehilangan independensinya dan mudah dipengaruh lembaga lain. Sehingga akan menghilangkan sifat independen KPK selama ini," jelas Zaenur.

Baca juga: Dukung Revisi UU, Massa Ingatkan KPK Bukan Milik Segelintir Orang 

Oleh karena itu, dia sangat berharap Presiden Joko Widodo dapat mengambil sikap untuk menolak dan tidak mengesahkan revisi UU KPK.

"Presiden harus menolak RUU KPK, karena tidak bisa disahkan UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden," jelasnya.

Sekadar diketahui, DPR telah membahas revisi UU KPK melalui rapat paripurna yang digelar Kamis 5 September 2019.

Dalam rapat tersebut seluruh fraksi di DPR sepakat usulan revisi UU KPK menjadi inisiatif RUU DPR. Nantinya DPR menindaklanjuti usulan revisi UU KPK itu sampai menjadi produk UU jika disetujui atau disepakati Presiden Jokowi.

Baca juga: Profesor Romli Sebut Pembentukan Pengawas KPK Diperlukan 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini