nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kivlan Zen Ajukan Nota Keberatan Atas Dakwaan Jaksa

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 18:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 10 337 2103114 kivlan-zen-ajukan-nota-keberatan-atas-dakwaan-jaksa-v6ou6P9Ur0.jpg Kivlan Zen (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen akan mengajukan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Saya akan eksepsi atas dakwaan. Iya, saya merasa dakwaan itu adalah saya tidak bisa menerima dan tidak benar. Saya akan eksepsi," kata Kivlan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakpus, Selasa (10/9/2019).

Kivlan berujar eksepsi yang akan diajukan pihaknya dan penasihat hukum akan disampaikan masing-masing. Namun, Kivlan meminta kepada majelis hakim agar diberikan waktu untuk menyusun eksepsi tersebut.

Kivlan Zen menjalani persidangan

Pasalnya, dirinya akan melakukan pengobatan terlebih dahulu atas penyakit yang diidapnya. "Kalau Yang Mulia memperkenankan, kami berobat dulu, nanti dilanjutkan oleh keputusan Yang Mulia," kata Kivlan.

Penasihat hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta, meminta pada majelis hakim untuk diberikan waktu 14 hari alias dua minggu untuk menyusun nota keberatan. Permintaan Kivlan dan pengacaranya pun dikabulkan majelis hakim.

"Setelah kami bermusyawarah untuk pengajuan keberatan dapat kami kabulkan dua minggu. (Jadi) Kamis 26 September (penyerahan eksepsinya). Kami berharap jangan mundur ya ini sudah longgar," ucap Hakim Ketua Haryono.

Baca Juga : Kivlan Zen Didakwa Kuasai 4 Senpi dan 117 Peluru Ilegal

Baca Juga : Polda Metro Bakal Periksa Ketum FPI Sobri Lubis Terkait Kasus Makar

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Kivlan Zen menguasai empat pucuk senjata api dan 117 peluru secara ilegal. Perbuatan Kivlan menurut jaksa dilakukan bersama-sama dengan Helmi Kurniawan (Iwan), Tajudin (Udin), Azwarmi, Irfansyah (Irfan), Adnil, Habil Marati dan Asmaizulfi alias Vivi.

Dalam perkara ini, Kivlan didakwa melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara dakwaan kedua, Kivlan didakwa melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 56 Ayat 1 KUHP.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini