nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjual Obat Keras ke Penusuk Santri di Cirebon Ditangkap

Fathnur Rohman, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 11:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 10 337 2102862 penjual-obat-keras-ke-penusuk-santri-di-cirebon-ditangkap-WodzVRNTNY.jpg Ilustrasi

CIREBON - Jajaran Polres Cirebon Kota berhasil menangkap seseorang berinisial JH pada Senin (9/9/2019) siang. JH sendiri merupakan orang yang menjual obat keras kepada YS, tersangka kasus penusukan santri di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Menurut Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy, saat melakukan aksi penusukan terhadap Muhammad Rozien, YS sedang dalam pengaruh obat keras. Berangkat dari hal tersebut, Roland menjelaskan, pihaknya kemudian menulusuri siapa sosok yang menjual obat keras kepada YS. Dari keterangan YS, akhirnya pihaknya berhasil meringkus sosok penjual obat keras itu, yakni JH.

"Kami tidak puas hanya menangkap tersangka (YS). Kita berupaya mencari akar permasalahannya. Dari keterangan tersangka, bahwa ia saat itu sedang dalam pengaruh obat. Kita akhirnya berhasil menangkap JH, orang yang menjual obat kepada tersangka, " ujar Roland, kepada wartawan, Senin (9/9/2019).

Baca Juga: Penusukan Santri Jadi Viral, Polisi Tembak dan Tangkap Pelaku

Diungkapkan Roland, pihaknya berhasil menangkap JH di depan Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat. Dari tangan JH sejumlah obat keras berhasil diamankan. Obat keras tersebut diantaranya Pil berjenis Tarmadol HCI sebanyak 200 butir, Pil berjenis Tarmadol sebanyak 500 butir, Pil berjenis Trihex sebanyak 200 butir.

"Total 900 butir. Dia penjual dan pengedar, " sambung Roland.

Ilustrasi

Lebih lanjut Roland menuturkan, sebelumnya YS sudah pernah membeli obat keras kepada JH. JH menjual obat-obat tersebut seharga Rp. 1000 perbutirnya. Dikatakan Roland jika YS dan RM sebelum melakukan aksi penusukan terhadap Muhammad Rozien, mereka menenggak sekitar 20 butir obat keras. Dari segi kesehatan, menurut Roland obat keras tersebut bisa menggangu kesadaran seseorang yang mengkonsumsinya.

"Pengaruhnya luar biasa, karena bisa mempengaruhi orang tersebut jadi tidak sadar, " ucap dia.

Secara tegas Roland mengaku, pihaknya akan serius untuk memberantas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya. Bahkan, ia sudah memerintahkan seluruh personel Polres Cirebon Kota untuk membongkar seluruh jaringan.

"Tidak sampai disitu, saya sudah perintahkan semua personel Polres Cirebon Kota agar membongkar seluruh jaringan yang ada, " tegasnya.

Akibat perbuatannya, JH akan diancam hukuman pidana paling lama 15 tahun kurungan penjara, serta denda sekitar Rp. 1 milyar.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Polres Cirebon Kota berhasil menangkap tersangka penusukan Muhammad Rozien, yakni YS dan RM. Mereka sempat dihadiahi timah panas polisi karena sempat mencoba melarikan diri saat akan diamankan.

Setelah penangkapan, diketahui bahwa YS dan RM sedang dalam pengaruh obat keras, ketika melakukan aksi penusukan terhadap Muhammad Rozien.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini