nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Kabid Fisik Bappeda Jabar Terkait Suap Meikarta

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 11:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 10 337 2102847 kpk-periksa-kabid-fisik-bappeda-jabar-terkait-suap-meikarta-hTKqN6SSra.jpg

JAKARTA - Kepala Bidang (Kabid) Fisik Bappeda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Slamet Mulyanto diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.

Dalam jadwal pemeriksaan yang dirilis KPK, Slamet Mulyanto akan menjalani pemeriksaan untuk melengkapi berkas penyidikan atas tersangka Sekretaris Daerah (Sekda) nonaktif Jawa Barat (Jabar), Iwa Karniwa (IWK)‎.

"Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Ilustrasi Proyek Meikarta

Secara paralel, penyidik lembaga antirasuah juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi lainnya. Mereka adalah, Staff Bappeda Jabar Yusman Permadi dan Staf Dishut Jabar Arniati Rahim.

"Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Iwa Karniwa," tutur Febri.

Baca Juga : Revisi UU KPK, Posisi Jokowi Penyelamat atau Pembunuh KPK?

Baca Juga : Polemik KPAI Vs PB Djarum, Komnas PA: Menpora Gagal Paham UU Perlindungan Anak

KPK telah menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) non-aktif Pemprov Jawa Barat (Jabar), Iwa Karniwa (IWK) sebagai tersangka pengembangan kasus dugaan suap pengurusan izin mega proyek Meikarta di Cikarang.

Iwa Karniwa diduga menerima suap Rp900 juta untuk mengurus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang masih berkaitan dengan proyek Meikarta.

Selain Iwa, KPK telah menetapkan mantan Presiden Direktur (Presdir) PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto (BTO) sebagai tersangka dalam pengembangan perkara ini.

Bartholomeus diduga bersama-sama dengan terpidana kasus korupsi ini yaitu, Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, serta Fitra Djaja Purnama berupaya meloloskan Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT) terkait pembangunan proyek Meikarta.‎

Mereka diduga menyuap mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin sebesar Rp10,5 miliar yang uangnya disinyalir berasal dari PT Lippo Cikarang. Uang tersebut untuk mengurus IPPT terkait pembangunan proyek Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini