nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SBY: Politik Kita Harus Semakin Guyub & Teduh

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Senin 09 September 2019 21:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 09 337 2102692 sby-politik-kita-harus-semakin-guyub-teduh-yCPDFy3jTN.jpg Ketua Umum Demokrat, SBY (foto: Okezone)

BOGOR - Ketua Umum Partai Demokrat Suslilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pidato kontemplasi di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pidato itu berangkat dari perjalanan hidupnya yang sudah mengarungi tiga penggalan sejarah yang berbeda mulai dari Era Presiden Soekarno, Era Presiden Soeharto hingga Era Reformasi.

"Masing-masing era memiliki semangat jaman, kehidupan, dan corak sejarah berbeda. Dari sisi profesi dan pengabdian, 20 tahun saya menjadi warga sipil dan pemuda yang menempuh pendidikan awal, 30 tahun menjadi prajurit dan perwira militer yang bertugas menjaga kedaulatan dan keutuhan negara. 15 tahun mengabdi di pemerintahan, baik sebagai menteri maupun presiden. Kemudian, 5 tahun terakhir ini saya kembali ke sipil," kata SBY, Senin (9/9/2019).

Adapun beberapa poin yang terdapat dalam pidato kontemplasi SBY pertama yakni terkait nilai-nilai perilaku kehidupan agar bangsa Indonesia menjadi 'The Good Society' hingga 'The Good Country'.

"Pertama, yaitu tentang bagaimana masyarakat yang baik dapat kita hadirkan. Kita tahu, masyarakat dan bangsa Indonesia amat majemuk. Majemuk dari segi identitas, misalnya berbeda agama, suku, etnis dan kedaerahan. Juga mejemuk dari segi paham dan aliran, baik politik maupun ideologi, serta dari segi strata sosial- dan ekonomi," jelas SBY.

 SBY

SBY menilai, kemajemukan tersebut di satu sisi adalah anugerah kekayaan dan kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia. Namun, juga bisa menjadi kerawanan, sumber konflik dan juga kelemahan.

"Karenanya, tak ada resep ajaib untuk menjaga persatuan dan kerukunan, kecuali secara sadar kita memperkuat 2 nilai fundamental dan kemudian menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Pertama adalah kasih sayang (love) di antara kita, dan bukan kebencian (hatred), Kedua adalah rasa persaudaraan (brotherhood) yang kuat di antara kita, sesama bangsa Indonesia dan bukan membangun jarak dan permusuhan (hostility) diantara masyarakat yang berbeda identitas," ungkapnya.

Ia melihat, tahun-tahun terakhir ini rasa kasih sayang dan rasa persaudaraan di Indonesia kian melemah. Sementara, rasa kebencian, jarak dan permusuhan diantara komponen bangsa jutru terus menguat.

"Ini lampu kuning. Ini sebuah fenomena dan arus buruk yang membahayakan masyarakat dan bangsa kita. Kita semua, harus mengambil tanggung jawab untuk menghentikan dan membalikkan fenomena dan arus yang salah ini, Untuk selanjutnya kembali ke arah yang benar. Ini yang pertama, yang berkaitan dengan kehidupan sosial kita," bebernya.

 SBY

Selain itu, terkait ekonomi, SBY mengatakan bahwa pada dasarnya pendiri bangsa ini menggariskan sebuah cita-cita besar untuk membangun masyarakat dan bangsa yang adil dan makmur.

"Nilai dan perilaku kehidupan penting yang mesti kita anut adalah marilah kita berihtiar seraya bergandeng tangan, agar bisa makmur bersama-sama. Kalau semua makmur, semua sejahtera, rasa keadilan akan datang dan bersemi di negeri ini. Realistiknya adalah yang miskin makin berkurang, dan ketimpangan sosial ekonomi tidak semakin menganga," tambah SBY.

Esensinya ke depan, lanjut SBY, politik bangsa ini harus menjadi politik yang baik bagi bangsa yang mejemuk. Kemudian, juga harus menganut sistem demokrasi multi partai.

"Politik kita harus makin guyub, makin inklusif, dan makin teduh. Demokrasi tak harus selalu diwarnai dan diselesaikan dengan 'One Person One Vote', tapi juga ada semangat yang lain. Kompromi dan konsensus yang adil dan membangun bukanlah jalan dan cara yang buruk. Prinsip 'The Winner Take All' yang ekstrim, seringkali tidak cocok dengan semangat kekeluargaan dan keterwakilan bagi masyarakat dan bangsa yang majemuk," ungkap SBY.

Nilai-nilai dan perilaku kehidupan seperti itulah, yang menurut pandangannya mesti dibangun dan dimekarkan di negeri ini. "Jika sungguh kita lakukan, insya Allah, kita akan benar-benar bisa menghadirkan masyarakat yang baik, Ekonomi yang baik dan Politik yang baik," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini