Polri: 85 Orang Jadi Tersangka di Kasus Kerusuhan Papua

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 09 September 2019 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 09 337 2102649 polri-85-orang-jadi-tersangka-di-kasus-kerusuhan-papua-lqHL6rXQNl.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia telah menetapkan 85 orang tersangka terkait kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Jumlah tersebut terbagi masing-masing 55 orang di Papua dan 30 orang lainnya di Papua Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, dari 55 orang tersangka di Papua, 31 tersangka berada di Jayapura, Timika 10 orang dan 14 orang tersangka di Deiyai.

"Total 55 orang tersangka," kata Dedi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

 Baca juga: Wiranto Sebut 6.500 TNI-Polri Dikirim ke Papua Bukan untuk Menakuti Rakyat

Sementara itu, untuk di Papua Barat dari 30 tersangka, 15 tersangka berada di Manokwari, 11 tersangka di Sorong, 3 tersangka di Fakfak, dan satu orang tersangka di Teluk Bintuni. "Total ada 30 tersangka," ungkap Dedi.

Dedi menjelaskan, dari puluhan tersangka tersebut semuanya memiliki peran masing-masing. Dari jumlah itu dirinya juga menyatakan tidak menutup kemungkinan akan bertambah lantaran pihaknya masih terus memburu tersangka lainnya.

"Sesuai komitmen Polri akan terus melakukan penegakan hukum kepada siapa saja yang terlibat dalam kerusuhan Papua maupun Papua Barat termasuk perannya masing-masing. Peran di lapangan, peran korlap sampai master mind baik di dalam maupun di luar negeri," tambahnya.

 Baca juga: Aktor Intelektual Kerusuhan di Papua Mantan Ketua BEM Universitas Cenderawasih

Sementara itu untuk kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Jalan Kalasan 10, Surabaya, Jawa Timur sejauh ini polisi telah menetapkan tersangka baru yakni berinisial AD. Ia kata Dedi, dijerat dengan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam kasus ini polisi juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya yakni, Tri Susanti (TS), Samsul Arifin (SA), dan Veronica Koman (VK). Sehingga total sudah 4 orang tersangka uang ditetapkan oleh Polda Jawa Timur.

"Kan pertama TS, SA, (VK) dan AD sekarang. AD baru dia buzzer aja dia yang memviralkan video foto dan narasi yang sifatnya hoaks," paparnya.

Adapun untuk di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan makar dan provokasi peristiwa Papua dalam aksi mengangkat bendera bintang kejora di depan istana negara, polisi telah menetapkan 8 orang tersangka.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini