nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Dalami Pengadaan Pesawat dari 7 Saksi Kasus Suap Emirsyah Satar

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 09 September 2019 20:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 09 337 2102645 kpk-dalami-pengadaan-pesawat-dari-7-saksi-kasus-suap-emirsyah-satar-Bxdoa8iu8S.jpg Mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. (Foto : Dok Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami proses pengadaan pesawat dari tujuh saksi yang diperiksa untuk mengusut kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat Airbus A330-300 PT Garuda Indonesia dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce.

Ketujuh saksi itu diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar.

"Penyidik mendalami keterangan para saksi terkait proses pengadaan pesawat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Selain itu, kata Febri, penyidik mendalami pengadaan mesin pesawat serta proses perawatannya. Pasalnya, materi pemeriksaan ini berkaitan dengan perkara dugaan suap yang menjerat Emirsyah Satar.

"Mesin pesawat serta perawatan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk," ujar Febri.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Dok Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Ketujuh saksi itu adalah eks VP Aircraft Maintenance Management PT Garuda Indonesia Batara Silaban, Dosen Swiss-German University sekaligus VP Corporate Planning PT Garuda Indonesia Setijo Awibowo, VP Treasury Manajemen PT Garuda Indonesia tahun 2005-2012 Albert Burhan.

Lalu, pegawai PT Garuda Rajendra Kartawiria, Victor Agung Prabowo, Rudyat Kuntarjo, dan Widianto Wiriatmoko.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah Emirsyah Satar, Beneficial Owner Connaught Intenational Pte. Ltd, sekaligus pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo dan eks Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno.

Emir diduga menerima sejumlah uang dari Soetikno Soedarjo yang juga diduga sebagai perantara pihak Rolls-Royce di Indonesia.


Baca Juga : KPK: Total Suap Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia Mencapai Rp100 Miliar

Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang. Dari pengembangan sementara Emir menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar dan barang yang diterima senilai USD2 juta, yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Terbaru, Emirsyah juga kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).


Baca Juga : KPK Periksa 7 Orang Usut Kasus Dugaan Suap Emirsyah Satar

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini