nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hendropriyono Tegaskan Pemilihan Menteri Hak Prerogatif Presiden

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 09 September 2019 22:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 09 337 2102641 hendropriyono-tegaskan-pemilihan-menteri-hak-prerogatif-presiden-YRQ8O7eAV6.jpg Joko Widodo

JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdul Mahmud Hendropriyono menegaskan bahwa pemilihan menteri adalah hak prerogatif presiden. Ia meminta semua pihak untuk menyerahkan semuanya ke Presiden Joko Widodo.

"Untuk kursi menteri, sepenuhnya hak prerogatif presiden," katanya.

Ketua Dewan Kehormatan PKPI itu pun menjelaskan bahwa yang paling penting dalam pemilihan menteri adalah seseorang yang mewakili rakyat. Dirinya tak mau mempengaruhi pilihan dan keputusan Presiden terpilih berserta wakilnya tersebut.

Hendropriyono mengatakan bahwa dirinya hanya memberikan masukan dan usulan saja. Untuk calon tertentu yang menurutnya layak menempati posisi Menhan, Hendro tidak menyebutnya secara khusus. "Pasti ada lah," jawabnya.

Sejumlah nama santer diberitakan akan kembali mengisi Kabinet Kerja Jokowi Jilid II. Namun, dari sejumlah nama tersebut, ada nama-nama baru yang diberitakan akan mengisi posisi-posisi menteri strategis, salah satunya adalah Syarifudin Tippe-yang belakang ini namanya mencuat akan mengisi Menteri Pertahanan (Menhan).

Walaupun demikian, Sosok Menhan yang tepat masih misterius dan hanya desas-desus saja. Ketika disebut nama Syarifudin Tippe sebagai sosok yang tengah mencuat ke publik sebagai calon Menhan di Kabinet Jokowi Jilid II, Hendro pun tersenyum.

"Yang penting kalau saya sebagai salah seorang yang mewakili kalian, mewakili rakyat, selalu memberi masukan kepada pemerintah," katanya.

Secara terpisah, pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Wibisono merekomendasi Letjen Syarifudin Tippe untuk menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi jilid dua.

“Beliau sosok yang cakap dan cocok untuk menggantikan Menhan Jendral Ryamizard Ryacudu karena saya pernah bekerjasama dengan kedua Jenderal ini dalam mewujudkan konsep 'Perang Modern' sebagai sarana penyadaran bangsa lewat penerbitan buku 'Bangsa indonesia terjebak Perang Modern' ditahun 2004,” jelas Wibisono.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini