Wiranto Sebut 6.500 TNI-Polri Dikirim ke Papua Bukan untuk Menakuti Rakyat

Sarah Hutagaol, Okezone · Senin 09 September 2019 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 09 337 2102612 wiranto-sebut-6-500-tni-polri-dikirim-ke-papua-bukan-untuk-menakuti-rakyat-KMs5UK1PIy.jpg Menko Polhukam Wiranto (dua dari kiri) memberi keterangan pers (Sarah/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan sudah ada 6.500 pasukan gabungan TNI dan Polri dikirim ke Papua dan Papua Barat.

Mereka ditugaskan mengamankan kedua provinsi tersebut setelah sempat dilanda kerusuhan di beberapa titik saat demo memprotes tindakan diskriminasi dan rasisme terhadap etnis Papua di Jawa.

Wiranto mengatakan kehadiran TNI-Polri di Papua dan Papua Barat bukan untuk menakut-nakuti masyarakat.

Baca juga: Pemerintah Harusnya Hukum Pelaku Rasis, Bukan Kirim Pasukan Tambahan ke Papua

"Jangan kemudian disebut bahwa wah di sana TNI, polisi menggeruduk di sana, mengadakan aksi-aksi menakut-nakuti rakyat. Ini berita enggak benar," ujar Wiranto dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).Kerusuhan Jayapura

Kota Jayapura, Papua beberapa hari usai kerusuhan (Chanry/MNC Media)

Menurutnya pasukan TNI-Polri yang dikirim ke sana tidak sampai dari 1 persen total keseluruhan TNI-Polri yakni 850 ribu orang.

Baca juga: 6.000 TNI-Polri Dikirim ke Papua dan Papua Barat

Wiranto menjelaskan bahwa kehadiran TNI-Polri di Papua dan Papua Barat untuk melakukan pendekatan tanpa kekerasan, sekaligus melindungi masyarakat dan fasilitas-fasilitas publik.

“Kehadiran mereka juga diinstruksikan untuk persuasi edukatif, kompromi, ajak masyarakat ayo enggak usah demo, enggak usah ngerusak. Itu berdampingan secara damai," ujarnya.

Wiranto mengimbau masyarakat di Papua dan Papua Barat bisa bekerjasama dengan TNI-Polri dalam membersihkan fasilitas-fasilitas yang sempat rusak, agar bisa dibangun kembali oleh pemerintah.

"Mereka punya misi itu, misi tambahannya ya bersihkan puing-puing akibat kebakaran, akibat kerusakan, dibersihkan supaya bersih sehingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera bisa masuk dan membangun kembali," tutup Wiranto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini