nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Komisioner KPAI Pertanyakan Indikator Eksploitasi Anak dalam Audisi Bulutangkis

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Senin 09 September 2019 16:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 09 337 2102516 eks-komisioner-kpai-pertanyakan-indikator-eksploitasi-anak-dalam-audisi-bulutangkis-1bFhqSCutY.jpg Eks Komisioner KPAI, Erlinda. (Dok Okezone.com)

JAKARTA – Eks Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Erlinda, prihatin dengan polemik audisi atlet bulutangkis yang diselenggarakan PB Djarum.

Mengenai penghentian audisi itu, ia mengimbau KPAI untuk memberikan penjelasan komprehensif kepada masyarakat terkait eksploitasi anak.

"Kedua belah pihak sebenarnya sama bagusnya. Namun, ada hal yang belum tercapai kesepakatan mengenai masalah eksploitasi anak. Masyarakat sebaiknya diberikan pemahaman yang jelas dan komprehensif terkait eksploitasi pada anak," kata Erlinda dalam keterangannya, Senin (9/9/2019).

Ia pun mempertanyakan indikator bahwa audisi yang dilakukan PB Djarum itu merupakan tindakan eksploitasi.

"Apa indikator yang menyatakan audisi yang dilakukan PB Djarum adalah tindakan eksploitasi. Secara harfiah sudah sangat jelas pengertian eksploitasi anak sesuai dengan UU Perlindungan Anak" ujar Ketua Indonesia Child Protection Watch ini.

Sebelumnya, KPAI mendesak PB Djarum menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi citra merek dagang rokok Djarum melalui audisi beasiswa bulutangkis.

Peserta Audusi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum/Foto: Twitter PB Djarum

Erlinda berharap segera ada mediasi agar Djarum dan KPAI mempunyai titik temu dan solusi untuk kepentingan anak bangsa serta olahraga bulutangkis.

Menurutnya, audisi yang dilakukan PB Djarum sebagai salah satu usaha untuk mencari atlet berbakat dan mengembangkan karier.

Ia mengatakan, apabila ada konflik terkait regulasi, sebaiknya segera ada solusi terbaik untuk anak serta olahraga bulutangkis.

"Salah satu solusi alternatifnya adalah mengubah nama kegiatan Audisi Djarum Foundation menjadi Audisi Badminton Berprestasi atau dalam bentuk lain dan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo termasuk brand image produk tembakau/iklan, promosi, dan sponsorship (IPS) (pasal 36 PP 109 tahun 2012 ayat (1) dan (2))," tuturnya.


Baca Juga : PB Djarum Setop Beasiswa Bulutangkis, KPAI : Kami Tak Niat Hentikan Audisi

Seperti diketahui, PB Djarum menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis pada 2020, setelah diprotes oleh KPAI karena menjadikan ajang itu sebagai promosi merek rokok. Namun, untuk audisi tahun ini, Djarum akan menggelar hingga tuntas sampai final.

“Mulai tahun 2020 mendatang, pencarian bakat atlet muda bertalenta di berbagai penjuru negeri, resmi ditiadakan, dan tahun 2019 ini menjadi terakhir kalinya,” tulis PB Djarum dalam laman resmi yayasannya seperti dikutip Okezone, hari ini.


Baca Juga : Polemik PB Djarum Vs KPAI Berbuah Penghentian Audisi Beasiswa Bulutangkis

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini