nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polemik PB Djarum Vs KPAI Berbuah Penghentian Audisi Beasiswa Bulutangkis

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 09 September 2019 12:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 09 337 2102382 polemik-pb-djarum-vs-kpai-berbuah-penghentian-audisi-beasiswa-bulutangkis-VRHPsgA73G.jpg Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis PB Djarum 2019 (Foto pbdjarum.org)

JAKARTA – PB Djarum menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis pada 2020, setelah diprotes oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) karena menjadikan ajang itu sebagai promosi brand rokok. Namun, untuk audisi tahun ini, Djarum akan menggelar hingga tuntas sampai final.

“Mulai tahun 2020 mendatang, pencarian bakat atlet muda bertalenta di berbagai penjuru negeri, resmi ditiadakan, dan tahun 2019 ini menjadi terakhir kalinya,” tulis PB Djarum dalam laman resmi yayasannya seperti dikutip Okezone, Senin (9/9/2019).

KPAI sebelumnya mendesak PB Djarum menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi citra merek dagang rokok Djarum melalui audisi beasiswa bulutangkis.

“Kami sepakat bahwa pengembangan bakat dan minat anak di bidang olahraga bulutangkis harus terus dilakukan, tetapi tidak boleh ada eksploitasi anak,” kata Ketua KPAI Susanto dalam konferensi pers di Jakarta, 1 Agustus 2019.

“Bukan audisinya yang kami minta dihentikan, tetapi eksploitasi anaknya. Kami sepakat bahwa terjadi eksploitasi anak dalam audisi tersebut,” tambah Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty.

Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk menjaring calon bintang bulu tangkis masa depan lewat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis sudah berlangsung sejak 2006.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin dalam acara konferensi pers, pada Sabtu 7 September 2019 di Hotel Aston, Purwokerto, Jawa Tengah, mengungumkan penghentian audisi secara resmi setelah 13 tahun berlangsung.PB Djarum

Acara tersebut dilaksanakan jelang rangkaian kedua audisi umum tahun ini yang diselenggarakan mulai, Minggu hingga Selasa 8-10 September di GOR Satria, Purwokerto.

"Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kita menurunkan semua brand PB Djarum. Karena dari pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kita menurunkannya. Kedua, kaos yang dibagikan kepada ana-anak tidak akan kami bagikan lagi seperti sebelumnya, dan mereka akan memakai kaos asal klubnya masing-masing, dan itu sudah lebih dari cukup. Kita sudah memutuskannya, tidak ada deal-dealan lagi, diterima atau tidak, kita sudah memutuskan seperti itu," kata Yoppy.

Baca juga: YLKI: Libatkan Anak-Anak dalam Industri Rokok Langgar Regulasi

"Kemudian pada audisi kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kita memutuskan untuk menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," jelas Yoppy.

Hal ini terjadi akibat polemik yang berkepanjangan sejak beberapa waktu lalu, dimana PB Djarum dituduh melanggar oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai adanya unsur eksploitasi anak, dan mendesak Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi tersebut.

Baca juga: 23 Ribu Anak Diduga Jadi Korban Eksploitasi Produk Rokok

"Kita sudah menjelaskan dan banyak bukti kalau PB Djarum itu bukan produk tembakau, dan tahun lalu pun kita dapat penghargaan sebagai Institusi Olahraga of the Year dari Menpora. Itu bukti nyata kita bukan produk rokok," ujar Yoppy.

Meskipun lebih banyak pihak yang mendukung PB Djarum untuk terus melakukan penjaringan atlet potensial lewat audisi umum, namun Yoppy tetap menegaskan jika tahun in merupakan terakhir kalinya.

"Banyak yang mendukung kita seperti dari para legend, dan PP PBSI. Tetapi sementara akan dihentikan dulu tahun depan, dan kami akan diskusi di dalam mengenai format kedepannya seperti apa," tegas Yoppy.

"Tetapi bulu tangkis harus tetap semangat, PB Djarum akan berada di garda terdepan untuk pembibitan-pembibitan usia dini dengan segala upaya. Tetapi audisi sementara dihentikan dulu. Jadi nanti kalau ada yang nangis, saya minta maaf," tutr Yoppy.

Meski begitu, audisi umum tahun 2019 ini pun dinyatakan akan terus dilakukan hingga final di Kudus bulan November mendatang.

"Ya dipastikan tahun in akan jalan terus hingga final dengan segala resikonya, karena tahun ini kami sudah janji kepada semua peserta," tutup Yoppy.

KPAI

Sebelumnya, KPAI sudah menggelar pertemuan khusus membahas Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum. Hadir dalam pertemuan perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).KPAI

Ketua KPAI Susanto mengatakan, anak yang memiliki bakat harus difasilitasi dan mendapatkan pemenuhan hak untuk berkembang dengan baik. Pernyataan tersebut sekaligus untuk membantah pemberitaan yang seolah-olah menyebutkan KPAI meminta audisi beasiswa bulutangkis tersebut dihentikan.

Menurut KPAI Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum diduga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Menurut Pasal 35 Ayat (1) huruf c Peraturan tersebut, pengendalian promosi produk tembakau dilakukan dengan tidak menggunakan logo dan/atau merek produk tembakau pada suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan.

Sedangkan Pasal 37 menyatakan sponsor industri rokok hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image produk tembakau.

“Logo dan warna yang digunakan dalam audisi bulutangkis tersebut tidak lepas dari brand image produk rokok,” ujar Komisioner KPAI Hikmawatty.

Menurut dia, Pasal 47 menyatakan setiap penyelenggara kegiatan yang disponsori produk tembakau dan/atau bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau dilarang mengikutsertakan anak di bawah usia 18 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini