nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa 7 Orang Usut Kasus Dugaan Suap Emirsyah Satar

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 09 September 2019 10:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 09 337 2102334 kpk-periksa-7-orang-usut-kasus-dugaan-suap-emirsyah-satar-XWcfFjA840.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi untuk mengusut kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat Airbus A330-300 PT Garuda Indonesia dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce.

Ketujuh saksi itu adalah, eks VP Aircraft Maintenance Management PT Garuda Indonesia Batara Silaban, Dosen Swiss-German University sekaligus VP Corporate Planning PT Garuda Indonesia Setijo Awibowo, VP Treasury Manajemen PT Garuda Indonesia tahun 2005-2012 Albert Burhan.

Baca Juga: KPK: Total Suap Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia Mencapai Rp100 Miliar 

Lalu, Pegawai PT Garuda Rajendra Kartawiria, Victor Agung Prabowo, Rudyat Kuntarjo, dan Widianto Wiriatmoko. Mereka semua akan memberikan keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar.

"Para saksi akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Wajah Datar Emirsyah Satar saat Kenakan Rompi Tahanan KPK 

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, mereka adalah Emirsyah Satar, Beneficial Owner Connaught Intenational Pte. Ltd, sekaligus pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo dan eks Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT. Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno.

Emir sendiri diduga menerima sejumlah uang dari Soetikno Soedarjo yang juga diduga sebagai perantara pihak Rolls-Royce di Indonesia.

Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang. Dari pengembangan sementara Emir menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Dan barang yang diterima senilai USD2 juta, yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Terbaru, Emirsyah juga kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (fid)

Baca Juga: KPK Periksa Pejabat PT Garuda Indonesia Terkait Pencucian Uang Emirsyah Satar

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini