nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kominfo Klaim Sebaran Hoaks dan Hasutan soal Papua Menurun

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 07 September 2019 08:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 07 337 2101771 kominfo-klaim-sebaran-hoaks-dan-hasutan-soal-papua-menurun-EW31ElSP8Y.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat sebaran informasi hoaks, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait isu konflik di Papua kian menurun setiap harinya sejak 31 Agustus 2019.

“Disampaikan pula bahwa sebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua terus mulai menurun sejak 31 Agustus 2019,” kata Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jumat 6 September 2019 malam.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Tuntaskan Kasus Rasial dan Provokasi di Papua 

Ferdinandus menyebutkan, puncak sebaran hoaks dan hasutan terkait isu Papua terjadi pada 30 Agustus 2019 dengan jumlah url mencapai 72.500. Distribusi hoaks terus menurun, 42 ribu url di tanggal 31 Agustus 2019, 19 ribu url di tanggal 1 September 2019, dan akhirnya 6.060 url hoaks dan hasutan di tanggal 6 September 2019.

“Pemerintah kembali mengimbau kita semua untuk tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian berbasis SARA, hasutan dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial, agar proses pemulihan kembali seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung,” ujarnya.

 Ilustrasi

Sekadar informasi, unjuk rasa yang berakhir kerusuhan di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat mulanya dipicu oleh kasus dugaan rasisme di Surabaya. Pada perkembangannya, polisi dan pemerintah mensinyalir ada penumpang gelap di balik kerusuhan yang terjadi.

Penumpang gelap yang dimaksud ialah mereka yang menyisipkan tuntutan referendum kemerdekaan Papua dan Papua Barat ditengah aksi protes menuntut hukuman untuk pelaku rasis. Bendera bintang kejora juga tampak sudah berkibar di seberang Istana Merdeka Jakarta pada saat unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Tiga Kelompok Pro ISIS di Papua Rekrut Pendatang Jadi Anggota

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini