nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengapa Cerita KKN di Desa Penari Begitu Banyak Menarik Perhatian?

Syaiful Islam, Jurnalis · Sabtu 07 September 2019 12:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 06 337 2101627 mengapa-cerita-kkn-di-desa-penari-begitu-banyak-menarik-perhatian-Lxr2T5uFMt.jpg Kesenian di Banyuwangi (Foto: Disparbud Banyuwangi/Ist)

SURABAYA - Akhir-akhir ini warganet dihebohkan dengan cerita beraroma mistis yang dituliskan akun Simpleman di twitter. Dimana ada enam mahasiswa yang sedang menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di sebuah Desa pada kota yang berawalan B, Jawa Timur 2009 mengalami kejadian aneh berbau mistis.

Viralnya cerita bernuansa horor ini rupanya mendapat tanggapan dari Dr Damba Bestari SpKJ. Menurutnya orang memang suka membaca yang horor-horor, atau yang agak mesum. Sehingga cerita KKN di Desa Penari yang dituliskan akun Simpleman menjadi viral.

"Jadi memang kalau dari segi pembaca kenapa sesuatu yang mistis sering viral. Ini saya cari-cari beberapa teori, pertama karena murni untuk hiburan. Kenapa sesuatu yang mengancam kok jadi menghibur. Sesuai medis kedokteran jiwa, ada yang namanya neurotransmiter, dopamin, dan adrenalin," terang Damba Bestari pada Okezone.

Dia menjelaskan dopamin biasanya muncul ketika orang sedang jatuh cinta. Dimana sesuatu yang membuat orang senang. Sementara untuk adrenalin untuk aktivitas yang menegangkan dan jantung berdebar.

Lipsus KKN Desa Penari

Kondisi ini sama halnya kenapa orang banyak suka naik jet coaster dan jarum jeram, padahal menyeramkan. Ini karena sifatnya dopamin dan adrenalin. Zat neurotransmiter yang dihasilkan otak manusia saat melihat film horor, itu sifatnya adektif atau ketergantungan.

"Itulah dopamin dan adrenalin sifatnya adektif sama dengan narkoba. Itu zat sama yang produksi ketika lihat horor. Itulah kenapa orang walaupun takut terus pingin lagi dari segi medis dopamin dan adrenalin psiker," paparnya.

Kemudian, sambung Damba, misalnya dari segi psikologis murni ini salah satu bentuk dari katarsis. Itu secara umum orang curhat atau sharing, dan lebih menyalurkan emosi negatif. Seperti ketika stres, salah satu bentuk penyaluran dari agresifitas yakni nonton film horor.

"Kita semua punya unsur naluri agresifitas. Daripada kita melakukan kriminal, salah satu penyaluran yang bisa diterima masyarakat ya nonton film horor, tidak merugikan siapapun," paparnya.

Ia menambahkan, sebenarnya akun Simpleman banyak ceritanya. Namun kenapa yang viral KKN di Desa Penari? karena ada unsur kedekatan. Sebab disitu dijelaskan KKN, hampir semua orang yang kuliah pasti KKN.

Jadi ada proximitas, unsur kedekatan dengan masyarakat. Sehingga orang itu lebih gampang membayangkan ketika saat KKN dulu. Dimana lokasi KKN yang sepi dan belum dikenal sebelumnya.

"Bisa dipahami ngerinya, dan namanya orang baru penuh dengan ketidakpastian. Ini dari segi pembaca. Sedangkan dari segi tokoh-tokoh lebih simple, tidak hanya KKN desa penari. Itu lebih ke sesuatu yang mistis," ungkapnya.

Dimana ada unsur menyembah sesuatu yang tidak seharusnya disembah (syirik), tidak hanya menghormati. Dirinya melihat dari teori Froit bahwa manusia dalam dekomentasi mental itu akan kembali pada tiga hal, yang merupakan naluri primitif yakni seks, spritual dan agresifitas.

"Kita akan kembali pada tiga itu. Ini kita ngomong pada masalah tokohnya dan simpleman secara keseluruhan. Ini yang dicari spiritual. Salah satu cara mencari spiritual ini dengan kultus menyembah sesuatu yang seharusnya tidak disembah. Dalam islam syirik ini dosa besar," urainya.

Tari Seblang

Dalam cerita mahasiswa yang bernama Bima dan Ayu meninggal. Dimana keduanya digambarkan seorang yang religius. Disinggung mahasiswa yang mengalami kejadian mistis apa karena berhalusinasi? Damba menyebutkan memang ada gangguan jiwa yang massal.

Namun jika dilihat dari cara penceritaan akun Simpleman, apalagi sampai ada yang meninggal dan seluruh desa sudah percaya, serta ada ritual sebelumnya, jadi tidak bisa dibilang sebagai gangguan mental. Dalam cerita Si Nur juga disebutkan bisa melihat hal yang gaib sebelumnya, tidak ujuk-ujuk bisa melihat saat itu.

"Jika ujuk-ujuk bisa dikatakan halusinasi. Biasanya anak SMP atau SMA pas pengumuman unas tiba-tiba kesurupan massal, itu bisa dikatakan halusinasi. Tapi dalam cerita ini beda, karena memang ada ritual, dibawa ke dukun dan kuburannya diselubung kain hitam. Kalau sudah ada ritual mau tidak mau kita harus percaya karena itu hal-hal metafisika dan hal-hal gaib itu memang nyata. Dokumentasi mental dari psikologi, kalau sisi pembaca kedekatan," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengabdian dan Pengembanhan Masyarakat (LPPM) Unair Surabaya, Eko Supeno, menjelaskan konsep KKN yang terapkan di Unair Surabaya saat ini mengembangkan berbagai banyak skill. Dimana pihaknya menekankan pada nilai manfaat.

"Terlalu ke pelosok mungkin nilai manfaatnya pada hal tertentu tidak maksimal. Oleh karena itu konsepnya kita bagi skill. Ada KKN back to village itu memungkinkan juga mereka pergi ke pelosok, itu kan KKN berbasis asal dari mahasiswa. Kalau mereka dari Gorontalo ya ke Gorontalo, lalu mereka bentuk tim," ucap Eko.

Menurut Eko, mereka mau mengembangkan wilayahnya. Sebelum melaksanakan KKN, mahasiswa harus menyusun proposal dan dikoreksi serta dievaluasi pihak kampus. Ketika tidak ada persoalan, mereka akan berangkat KKN ke daerah asal.

Sedangkan untuk KKN reguler itu kecenderungannya wilayah itu ditentukan secara bersama-sama dengan pemilik wilayah. Misal Bojonegoro punya wilayah-wilayah yang perlu disentuh oleh pihak-pihak eksternal. Semua KKN baik reguler maupun back to village berbasis tematik.

Dimana program yang dikerjakan kontennya fokus pada suatu tertentu. Misal temanya menyangkut obat-obatan, maka anak-anak yang ikut KKN kesana berorintasi pada kesehatan. Durasi KKN sendiri selama satu bulan di lapangan.

"Kalau di kita mewajibkan mahasiswa ikut KKN, dari segi filosofi KKN adalah salah satu kesempatan mahasiswa bekerja multi disiplin dengan teman lain. Tujuan pertama dari KKN adalah proses pembelajaran. Kedua karena proses belajarnya di tengah-tengah masyarakat maka mahasiswa turut serta membantu bukan ambil alih tugas pemerintah, memecahnkan masalah di masyarakat," ungkapnya.

Disinggung apa mahasiswa yang sudah ikut KKN pernah ada yang mengalami hal mistis, ia menyatakan hampir semua kehidupan di negara yang masih mengakui mistis, ini tidak bisa dihindarkan. Bahkan menjadi sebuah kemasan menarik buat sebagain mahasiswa dan menjadi tantangan.

Kedua menjadi sebuah isu yang membuat mereka semacam guyonan, cerita-cerita kehidupan mereka ke depan. Selama dirinya menangani mahasiswa KKN belum pernah menjadi isu seperti sekarang.

"Kayak kemarin mahasiswa di Sumatera. Saat dia capek bisa saja mengalami masa-masa blank. Kesurupan ada aspek mistis dan psikis. Jadi menurut saya bukan sesuatu yang berlebihan tapi ada. Tapi itu asyiknya, pernak perniknya," tukas Eko.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini