nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penulis Disertasi Hubungan Seksual di Luar Nikah Sah Sering Diteror

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 00:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 05 337 2101259 penulis-disertasi-hubungan-seksual-di-luar-nikah-sah-sering-diteror-du11vdQze9.jpg Abdul Aziz mengaku sering diteror lantaran disertasi yang ditulisnya (Foto: iNews/Septyantoro)

SOLO - Abdul Aziz, mahasiswa program doktoral UIN Yogyakarta sekaligus Dosen IAIN Surakarta mengaku sering diteror karena disertasinya berjudul 'Konsep Milk Al-Habib Muhammad Syahrir sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmartital'. Teror tersebut dikirimkan melalui pesan elekttonik WhatsApp, dam sangat mengganggu keluarganya.

"Jelas keluarga saya sangat terganggu dengan adannya teror itu," kata Abdul Aziz saat dihubungi Okezone melalui telepon, Kamis (5/9/2019) malam.

Menurut Abdul Aziz, teror yang ditujukan pada dirinya berupa meme-meme serta video. Bahkan video yang ditayangkan di YouTube berisi orasi-orasi yang menganggap dirinya murtad, hingga kini masih ditayangkan di YouTube.

Ilustrasi

"Meme-meme itu ada yang dikirimkan ke nomor saya dan ada disebar melalui Facebook, dan ada yang video. Bahkan, video-video orasi itu di-upload di YouTube. Dan sampai sekarang masih ada," tuturnya.

Diakuinya, video-video yang saat ini masih beredar di dunia Maya, tidak hanya secara psikologis menyerang dirinya dan keluargannya, tapi juga bisa memprovokasi orang lain.

Aziz menjabarkan alasan mengapa dirinya memutuskan mengangkat disertasi yang saat ini tengah menjadi sorotan publik dikarenakan maraknya kriminalisasi terhadap hubungan seperti yang saat ini tengah ramai diperdebatkan.

"Saya menyelesaikan disertasi itu tiga tahun lamannya. Kenapa saya tertarik mengangkat itu dalam disertasi saya, karena saya melihat marak kriminalisasi terhadap pelaku (hubungan seks diluar nikah)," terangnya.

Baca Juga : MUI: Disertasi Seks di Luar Nikah Halal Menyesatkan

Untuk itu, Abdul Aziz mengaku bila aksi teror dan pencemaran nama baik pada dirinya tak kunjung juga berkurang, maka pihaknya akan segera melaporkannya pada polisi.

"Kalau tidak juga berkurang, saya akan melaporkannya pada polisi. Serangan itu tidak hanya teror, tapi juga pencemaran nama baik," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini