nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Kendaraan Melebihi Muatan Jadi "Kambing Hitam" Angkernya Tol Cipularang

Mulyana, Jurnalis · Kamis 05 September 2019 13:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 05 337 2100963 banyak-kendaraan-melebihi-muatan-jadi-kambing-hitam-angkernya-tol-cipularang-DYq3vxJHJU.jpeg

PURWAKARTA - Jalur Tol Cipularang, selama ini kerap menjadi perhatian serius semua pihak. Apalagi, jika menilik dari kecelakaan yang selama ini terjadi di ruas jalan bebas hambatan penghibung Jakarta-Bandung itu.

Mungkin, sejauh jauh ini jalur tol yang diresmikan sekitar tahun 2005 itu masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian pengguna jalan. Sehingga, tak jarang juga banyak masyarakat yang mengaitkan kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut dengan hal-hal mistik. Padahal, sebenarnya insiden tersebut sebagian besar karena faktor human error.

Ilustrasi

Perhatian itu, tak hanya timbul dari masyarakat. Petugas kepolisian dan pengelola jalan tol pun menyadari hal tersebut. Apalagi, dari hasil pemetaan, di jalur ini terdapat beberapa titik yang dianggap paling rawan terjadi kecelakaan (black spot). Hasil analisa, ada 10 kilometer yang paling diwaspadai. Yakni, dari mulai KM 90-KM 100 di kedua jalur.

PT Jasa Marga pun tak menampik hal itu. Justru, hal itu yang menjadi alasan pihak pengelola untuk menyiapkan serangkaian antisipasi guna meminimalisasi terjadinya kecelakaan di titik-titik rawan ini.

Baca Juga: Faktor Human Error di Balik Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang

Manager Traffic Service PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Ariyanto menuturkan, hasil analisa jajarannya sejauh ini, salah satu penyebab kecelakaan di jalur ini akibat banyaknya kendaraan yang bebannya melebihi kapasitas.

"Kami akui banyak pelanggaran lalu lintas dari dilakukan pengguna jalan yang melintas di jalur Cipularang," ujar Ariyanto kepada wartawan di Purwakarta.

Adapun pelanggar terbanyak, kata dia, yakji mengenai kelebihan muatan (overload). Atas dasar itu juga, pihaknya bersama jajaran kepolisian dan Dishub Jabar kembali mengintensifkan razia over dimention dan over loading (ODOL).

Selama ini, sambung dia, operasi ODOL sering dilakukan di KM 88 dan KM 120 Cipulang. Pihaknya melansir, sepanjang 2019 ini sudah ada sedikitnya 2.200 unit kendaraan yang terjaring operasi ODOL ini.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1.350 unit atau 71 persennya terbukti melanggar. Karena, saat diperiksa, kendaraan ini dinyatakan kelebihan muatan.

"Jumlah pelanggar ini, merupakan akumulasi dari mulai Januari hingga Agustus kemarin," tambah dia.

Ilustrasi

Dia menambahkan, sejauh ini jajarannya telah berupaya guna meminimalisasi angka kecelakaan ini. Salah satunya, dengan memperbanyak rambu-rambu, CCTV, termasuk memasang spanduk imbauan.

Ke depan, Jasa Marga juga berencana membangun lajur tambahan. Terutama di titik-titik yang dianggap rawan kecelakaan. Untuk jalur tambahan ini, masih dikaji. Yang sudah tergambar, itu di sekitar KM 97.

"Nanti lokasinya di atas KM 97 atau di bawahnya, itu masih dikaji," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini