Kronologi KPK Tangkap Bupati Bengkayang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 04 September 2019 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 04 337 2100689 kronologi-kpk-tangkap-bupati-bengkayang-p2HC68XaWz.jpg Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menunjukan bukti penangkapan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bengkayang dan Pontianak, Kalimantan Barat, pada ‎Selasa 3 September 2019, kemarin. Dalam operasi senyap tersebut, tim mengamankan tujuh orang.

"Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK mengamankan tujuh orang di Bengkayang dan Pontianak," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019).

Tujuh orang tersebut yakni, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot (SG); Ajudan Bupati, RIS; Kadis PUPR Bengkayang, Alexius (AKS); Staf Dinas PUPR, FJ; pihak swasta, Rodi (RD); Sekda Bengkayang, O; serta Kadis Pendidikan Bengkayang, YN. Mereka diamankan di lokasi yang berbeda-beda.

Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Bengkayang Sebagai Tersangka Suap Proyek 

Bupati Bengkayang

Awalnya, tim mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya permintaan dana dari Bupati melalui Kadis PUPR dan Kadisdik kepada rekanan yang mengerjakan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang.

Setelah melakukan penelusuran, tim kemudian mendapatkan informasi akan adanya pemberian uang kepada Suryadman ‎pada Selasa, 3 September 2019 sekira pukul 10.00 pagi.

"Saat itu, tim melihat AKS (Alexius), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang dan FJ, Staf Dinas PUPR berada di Mess Pemkab Bengkayang," imbuhnya.

Baca Juga: Terjaring OTT KPK, Harta Kekayaan Bupati Bengkayang Capai Rp3 Miliar

‎Tidak lama kemudian, tim melihat mobil Suryadman datang dan masuk ke Mess Pemda Bengkayang. Tim menduga terjadi pemberian uang untuk Suryadman.

‎Tim kemudian masuk ke Mess Bengkayang dan mengamankan Suryadman, RIS, Alexius, FJ dan O. Tak hanya mengamankan lima orang, tim juga menyita uang sejumlah Rp336 juta dalam bentuk pecahan Rp100.000.

‎Se‎lanjutnya, tim mengamankan Rodi pihak swasta di salah satu hotel di Pontianak pukul 21.00 WIB. Secara paralel, tim juga mengamankan YN p‎ukul 22.30 di sebuah hotel daerah Bengkayang.

"‎Ketujuh orang tersebut kemudian diterbangkan secara bertahap ke kantor KPK di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan awal di kantor KPK," ucapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, KPK menetapkan Suryadman Gidot (SG) sebagai ter‎sangka kasus dugaan suap terkait pembagian proyek di ruang lingkup kekuasaannya. Suryadman ditetapkan sebagai tersangka bersama enam orang lainnya.

Enam orang lainnya yakni Kadis PUPR Kabupaten Bengkayang, Alexius (AKS), dan sisanya merupakan pihak swasta. Pihak swasta yang turut jadi tersangka dalam kasus ini yaitu, Rodi (RD), Yosef (RF), Nelly Margaretha (NM), Bun Si Fat (BF), dan Pandus (PS).

Suryadman Gidot diduga menerima suap‎ sebesar Rp336 juta dari pihak swasta yang akan mengerjakan proyek di Bengkayang. Uang tersebut diterima Suryadman melalui Kadis PUPR Bengkayang, Alexius.

Sebagai penerima suap, Suryadman dan Alexius disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara lima pihak swasta sebagai pemberi suap, disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini