Share

KPK Tahan Direktur Pemasaran PTPN III Terkait Suap Distribusi Gula

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 04 September 2019 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 04 337 2100456 kpk-tahan-direktur-pemasaran-ptpn-iii-terkait-suap-distribusi-gula-bnMFDVm8G7.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan I Kadek Kertha Laksana (IKL), Direktur Pemasaran PT ‎Perkebunan Nusantara (PTPN) III. I Kadek Kertha merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi gula di PTPN III.

KPK menahan Kadek Kertha di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta. Dia akan menjalani masa penahanan pertamanya untuk 20 hari ke depan.

"Tersangka IKL ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Rabu (4/9/2019).

Baca Juga: 2 Direktur PTPN III Jadi Tersangka Suap Distribusi Gula

Selain Kadek Kertha, KPK juga telah menetapkan Dirut PTPN III, Dolly Pulungan (DPU) dan pemilik PT Fajar Mulia Transindo, Pieko Nyotosetiadi (PNO) dalam kasus dugaan suap distribusi gula ini.

KPK

Namun, hanya Kadek Kertha yang berhasil diamankan saat menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, kemarin. Pieko dan Dolly lolos dalam OTT tersebut. Namun, Dolly sudah menyerahkan diri ke KPK pada dini hari tadi. Saat ini, Dolly sedang diperiksa oleh penyidik.‎

"‎Sedangkan DPU, Dirut PTPN III telah dibawa ke KPK dan sedang dalam proses pemeriksaan," ucap Febri.

Dalam perkara ini, Dolly melalui Kadek Kertha Laksana diduga menerima suap sebesar 345.000 dolar Singapura dari Pieko. Suap ini diberikan terkait distribusi gula di PTPN III yang digarap Pieko.

Baca Juga: KPK Imbau Dirut PTPN III Tersangka Suap Distribusi Gula Serahkan Diri

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pieko sendiri merupakan pemilik dari PT Fajar Mulia Transindo dan perusahaan lain yang bergerak di bidang distribusi gula. Pada awal tahun 2019 perusahaan Pieko ditunjuk menjadi pihak swasta dalam skema long term contract dengan PT PN III (Persero).

Dalam kontrak ini, pihak swasta mendapat kuota untuk mengimpor gula secara rutin setiap bulan selama kontrak berjalan. Namun, di PTPN III terdapat aturan internal mengenai harga gula bulanan yang disepakati oleh tiga komponen yaitu PTPN III, pengusaha gula, dan ASB selaku Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI).

Saat itu, Dolly meminta bantuan uang kepada Pieko untuk kebutuhan pribadinya. ‎Dolly kemudian meminta Kadek Kertha Laksana untuk menemui Pieko guna menindaklanjuti permintaan uang tersebut.

Sebagai tersangka penerima suap, Dolly dan Kadek disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Pieko dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini