Sosok Firli Bahuri, Capim KPK dari Polri yang Sarat Kontroversi

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 04 September 2019 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 04 337 2100389 sosok-firli-bahuri-capim-kpk-dari-polri-yang-sarat-kontroversi-unsqdBL4kY.JPG Irjen Pol Firli Bahuri saat menjalani tes wawancara dan uji publik capim KPK (Foto: Setneg RI)

JAKARTA – Irjen Pol Firli Bahuri menjadi satu-satunya perwakilan dari Polri yang lolos tahapan calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari panitia seleksi (Pansel) hingga diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Nama Jenderal bintang dua itu bisa sampai ke Kepala Negara cukup menyedot perhatian publik lantaran yang bersangkutan memiliki rekam jejak yang buruk dalam karirnya.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 itu pernah melakukan pelanggaran etik sewaktu menjabat sebagai Deputi Penindakan di KPK selama 1 tahun 2 bulan. Firli diduga melanggar kode etik karena bertemu dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal dengan nama Tuan Guru Bajang (TGB) yang diduga sedang berperkara di KPK.

Sebelum bertugas di KPK, Firli sebelumnya adalah Kapolda NTB. Namun, ia menegaskan tidak pernah melanggar kode etik selama menjabat Deputi Penindakan lembaga antirasuah. Firli merasa bahwa KPK tidak pernah memberikan surat pernyataan terkait pelanggaran kode etik.

"Unsurnya tidak ada. Saya tidak berhubungan dengan TGB. Yang menghubungi Danrem. Kesimpulan akhir, tidak ada pelanggaran. Bisa tanya ke Pak Alexander (Wakil Ketua KPK), Pak Laode (Wakil Ketua KPK)," kata Firli saat menjalani tes wawancara dan uji publik di Kemensetneg, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Agustus 2019 lalu.

Firli Bahuri

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan bahwa pernyataan Firli tidak benar. Febri menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyatakan Firli tidak melanggar etik. Hal itu telah dikonfirmasi Febri ke pimpinan KPK.

‎"Setelah saya cek ke Pimpinan KPK, kami pastikan informasi tersebut tidak benar. Pimpinan KPK tidak pernah menyatakan apalagi memutuskan bahwa tidak ada pelanggaran etik oleh mantan pegawai KPK yang sekarang sedang menjalani proses pencalonan sebagai Pimpinan KPK," kata Febri dikonfirmasi terpisah, Rabu, 28 Agustus 2019.

Berikut perjalanan karier pria kelahiran Sumatera Selatan, 8 November 1963 yang dirangkum dari berbagai sumber. Saat ini, dia menjabat sebagai Kapolda Sumsel sejak 20 Juni 2019. Firli tercatat pernah menjabat sejumlah jabatan penting.

Di antaranya menjadi ajudan Wakil Presiden RI Boediono. Ia kemudian menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten, Karopaminal Divpropam Polri, Kepala Kepolisian Daerah Banten, Karodalops Sops Polri, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kapolda NTB.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Firli dengan tanggal pelaporan 29 Maret 2019 yang diunduh dari situs https://elhkpn.kpk.go.id, ia tercatat memiliki aset sebesar Rp18.226.424.386.

Dari dokumen tersebut, Firli tercatat memiliki 8 bidang tanah dan bangunan dengan beragam ukuran di wilayah Bandar Lampung dan Bekasi. Satu di antaranya merupakan warisan tanah seluas 250 meter persegi dan bangunan seluas 87 meter persegi di Bekasi dengan nilai Rp 2,4 miliar.

Firli Bahuri

Adapun nilai total aset tanah dan bangunan Firli mencapai Rp10.443.500.000. Kemudian, ia tercatat memiliki 5 kendaraan, yaitu motor Honda Vario tahun 2007 dengan nilai Rp2,5 juta, Yamaha N-Max tahun 2016 dengan nilai Rp 20 juta, mobil Toyota Corolla Altis tahun 2008 dengan nilai Rp70 juta.

Kemudian, Toyota LC Rado tahun 2010 dengan nilai Rp400 juta dan Kia Sportage 2.0 GAT tahun 2013 senilai Rp140 juta. Selanjutnya, Firli tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp7.150.424.386.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini