nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikabarkan Kena OTT KPK, Rumah Kediaman Bupati Bengkayang Sepi

Ade Putra, Jurnalis · Rabu 04 September 2019 01:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 04 337 2100361 kena-ott-kpk-rumah-kediaman-bupati-bengkayang-sepi-Hke851o0Mz.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

BENGKAYANG - Pasca-dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), rumah kediaman Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot di Jalan Langgawi, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang tampak sepi.

"Rumahnya tadi malam sepi. Tapi rumah pak wakil malah ramai, biasanya sepi," ujar salah seorang warga Bengkayang, Selasa, 3 September 2019 malam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Okezone, OTT terhadap Bupati Bengkayang terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB di Mess Daerah Kabupaten Bengkayang, Jalan Karya Baru II, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Okezone juga memperoleh informasi bahwa kontak WhatsApp (WA) Gidot terakhir aktif sejak Selasa pagi. Banyak yang mencoba menghubunginya melalui WA, tapi hanya ceklis satu. Begitu juga WA sang istri.

"WA beliau dan dan istrinya centang satu. Di grup (WA) kami (yang terdapat Gidot-red) juga sepi," ujar sumber Okezone.

Informasi lainnya, selain Gidot penyidik KPK juga mengamankan Sekda Kabupaten Bengkayang, Obaja dan Aleksius selaku Kepala PUPR Kabupaten Bengkayang. Ketiganya saat ini sudah dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak Polres Bengkayang juga telah melakukan penyegelan terhadap ruang kerja Bupati, ruangan Sekda dan Kantor PUPR Kabupaten Bengkayang. Penjagaan ketat masih dilakukan polisi di lokasi.

"Kami membenarkan ada kegiatan (OTT) di Kalbar. Ada kegaiatan anak-anak di Kalimantan tetapi detailnya kami belum berikan sekarang," ucap Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief saat dikonfirmasi wartawan.

Sebelumnya, tim penindakan KPK menggelar OTT di daerah Muara Enim dan Palembang pada Selasa dini hari. Tim mengamankan empat orang yang di antaranya Bupati Muara Enim, H Ahmad Yani, pejabat daerah, dan pihak swasta.

Selain mengamankan empat orang, tim juga menyita barang bukti berupa uang sebesar 35.000 dolar Amerika Serikat dalam operasi senyap tersebut. Uang tersebut diduga suap terkait proyek pembangunan milik Dinas Pekerjaan Umum (PU).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini