nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MUI: Disertasi Seks di Luar Nikah Halal Menyesatkan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 19:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 03 337 2100249 mui-disertasi-seks-di-luar-nikah-halal-menyesatkan-WBBaEcmr0o.jpg MUI (Foto: Ist)

JAKARTA - Disertasi Abdul Aziz mahasiswa S3 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menuai kontroversi. Di mana, Abdul Aziz mengangkat soal 'konsep milik al-yamin Muhammad Syahrur sebagai keabsahan hubungan seksual nonmarital'.

Berkaitan dengan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara. Ada sejumlah poin yang disampaikan MUI melalui pernyataan resminya yang ditandatangan Sekjen MUI Anwar Abbas dan Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas, pada Selasa (3/9/2019).

Dari poin-poin yang disampaikan, MUI menegaskan, membolehkan hubungan seksual di luar pernikahan bertentangan dengan Alquran dan kesepakatan ulama. Kemudian, masuk dalam kategori pemikiran yang menyimpang (al-afkar al munharifah) dan harus ditolak karena dapat menimbulkan kerusakan (mafsadat) moral/akhlak ummat dan bangsa.

Baca Juga: Ratusan Remaja di Bekasi Mengidap HIV/AIDS karena Seks Bebas

Ilustrasi

Pemikiran tersebut tidak cocok diterapkan di Indonesia karena mengarah ke praktik kehidupan seks bebas. Kemudian, merusak kehidupan berkeluarga. Masyarakat diminta untuk tidak mengikuti pendapat atau pemikiran tersebut karena bisa tersesat dan terjerumus ke dalam perbuatan yang dilarang syariat agama.

Berikut pernyataan lengkap MUI:

Berkaitan dengan disertasi 'konsep milik al-yamin Muhammad Syahrur sebagai keabsahan hubungan seksual nonmarital' yang ditulis oleh saudara Abdul Aziz mahasiswa S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Majelis Ulama Indonesia memberikan tanggapan sebagai berikut.

 

1. Hasil penelitian Saudara Abdul Aziz terhadap konsep milik al-yamin Muhammad Syahrur yang membolehkan hubungan seksual di luar pernikahan (nonmarital) saat ini bertentangan dengan al-Quran dan as-Sunnah serta kesepakatan ulama (ijma' ulama) dan masuk dalam katagori pemikiran yang menyimpang (al-afkar al-munharifah) dan harus ditolak karena dapat menimbulkan kerusakan (mafsadat) moral/akhlak ummat dan bangsa.

2. Konsep hubungan seksual nonmarital atau di luar pernikahan tidak sesuai untuk diterapkan di Indonesia karena mengarah kepada praktik kehidupan seks bebas yang bertentangan dengan tuntunan ajaran agama (syar'an), norma susila yang berlaku ('urfan), dan norma hukum yang berlaku di Indonesia (qanunan) antara lain yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 dan nilai-nilai Pancasila.

 

3. Praktik hubungan seksual nonmarital dapat merusak sendi kehidupan keluarga dan tujuan pernikahan yang luhur yaitu untuk membangun sebuah rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, tidak hanya untuk kepentingan nafsu syahwat semata.

 

4. Meminta kepada seluruh masyarakat khususnya umat Islam untuk tidak mengikuti pendapat tersebut karena dapat tersesat dan terjerumus ke dalam perbuatan yang dilarang oleh syariat agama.

 

5. Menyesalkan kepada promotor dan penguji disertasi yang tidak memiliki kepekaan perasaan publik dengan meloloskan dan meluluskan disertasi tersebut yang dapat menimbulkan kegaduhan dan merusak tatanan keluarga serta akhlak bangsa.

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini