Inggit Ganarsih, Bunga Desa Pendamping Soekarno di Masa Sulit

Demon Fajri, Okezone · Rabu 04 September 2019 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 03 337 2100247 inggit-ganarsih-bunga-desa-pendamping-soekarno-di-masa-sulit-o7jUsVjLMn.jpg Ilustrasi

Lalu, kata Inggit yang kemudian menyertai di depan namanya berasal dari jumlah uang seringgit. Semasa kecil Garnasih menjadi sosok yang dikasihi teman-teman sejawatnya. Bahkan, ketika tumbuh menjadi dewasa Inggit menjadi sosok perempuan berparas cantik di antara teman-teman sejawatnya.

Dari berbagai sumber yang diperoleh Okezone, kecantikan Inggit membuat muncul kata-kata dari kerabatnya semasa itu. Kata-kata itu ''Mendapatkan senyuman dari Garnasih ibarat mendapat uang seringgit''.

Semasa remaja, Inggit menjadi pujaan bagi kalangan kaum Adam. Bahkan, tidak sedikit kaula muda kaum Adam menaruh kasih padanya. Rasa kasih tersebut diberikan dalam bentuk uang, rata-rata berjumlah seringgit.

Berangkat dari hal tersebut, nama Garnasih, ditambah pada awal nama menjadi Inggit dan menjadi nama depannya. Ketika tumbuh menjadi remaja, sosok Inggit mejadi ''Bunga Desa'' di tanah kelahirannya.

Inggit Ganarsih

Memiliki paras yang cantik membuat kaum Adam kala itu berupaya mendapatkan perhatian dari sosok perempuan yang meninggal dunia, pada 13 April 1984, di Bandung, Jawa Barat, dalam usia 96 tahun.

Bahkan, semasa itu Inggit sempat dipersunting Nata Atmaja, salah satu Patih di Kantor Residen Priangan. Namun, pernikahan tersebut tidak bertahan lama dan berakhir dengan perceraian.

Kemudian, Inggit kembali membina rumah tangga dengan menikah kembali dengan Haji Sanusi, salah satu pengusaha yang aktif di Sarekat Islam. Dalam pernikahan kedua Inggit dengan Haji Sanusi, mula-mulanya baik-baik.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini