nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhub Tak Masalah China Ikut Garap Transportasi di Ibu Kota Baru

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 17:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 03 337 2100204 menhub-tak-masalah-china-ikut-garap-transportasi-di-ibu-kota-baru-8j93k9L1XR.jpg Menhub Budi Karya Sumadi.

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mempersilakan China jika ingin berinvestasi dalam sektor transportasi massal di ibu kota baru negara di Kalimantan Timur. Peluang itu juga dibuka bagi negara lainnya dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Saya belum dengar, tapi welcome saja kalau mereka ingin ikut dalam proyek KPBU. Karena dalam konsep transportasi yang ingin kita kembangkan memang kita upayakan dengan kendaraan berbasis tenaga listrik dan kita memang akan mengutamakan angkutan massal di sana," kata Budi di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Budi mengilustrasikan, pemerintah akan membuat kereta dari Balikpapan menuju ibu kota baru dan Samarinda. Karena itu, siapapun termasuk China bisa berkontribusi dalam pengembangan moda transportasi massal.

"Siapapun itu termasuk China, welcome, bisa lakukan," ujarnya.

Budi menambahkan, para mitra boleh memberikan usulan atas konsep transportasi yang dimiliki pemerintah. Ia menegaskan siapapun termasuk China bisa ikut dalam pengembangan sektor transportasi di ibu kota baru ini.

Infografis

"Yang penting kan kita punya konsep, dia boleh beri usulan nanti. Tidak harus China, siapapun bisa, termasuk dalam negeri juga bisa. Tapi kita upayakan sedapat mungkin APBN-nya sedikit mungkin. Jadi kita berikan pdf dalam jumlah yang tidak banyak, mereka bisa lakukan suatu investasi KPBU atau PPP kan bagus. Sebaiknya memang mesti kombinasi antara luar dan dalam," tukas Budi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah resmi memutuskan ibu kota akan dipindah ke Kalimantan Timur. Lokasi tepatnya yakni di sebagian Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara (PPU).

Berdasarkan hasil kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), butuh sekira Rp466 triliun untuk proses pemindahan serta pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Uang Rp466 triliun tersebut rencananya bersumber dari APBN, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta pihak swasta.

Sementara itu, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan China berminat dalam pengembangan ibu kota baru, khususnya dalam sektor transportasi publik. Hal itu dikatakan Luhut usai menerima China Railways Construction Corporation (CRCC) di kantornya. Kendati demikian, Luhut belum bisa menentukan hal itu karena data-data ibu kota baru masih terus dikembangkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini