Heboh Kabar "Semua Berbau Jawa Hancur" di Jayapura, Bagaimana Faktanya?

Ade Putra, Okezone · Selasa 03 September 2019 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 03 337 2100173 heboh-kabar-semua-berbau-jawa-hancur-di-jayapura-bagaimana-faktanya-e8dE7zOdzC.jpg Foto: Facebook Ida Stasser Nueu

Pimpinan redaksi satu media online di Papua, Syamsudin Levi, juga membenarkan bahwa isi video itu memang merupakan suasana Jayapura setelah kerusuhan pada 29 Agustus 2019. Video diambil di Jalan Koti, depan Pelabuhan Jayapura.

“Mobil itu dari arah pusat Jayapura menuju tanjakan Weref ke arah Argapura-Hamadi-Entrop dan Abepura,” kata Syamsudin Levi kepada salah satu media tergabung dalam tim cek fakta, 2 September 2019.

Narasi “semua yang berbau Jawa hancur” juga salah. Syamsudin Levi mengatakan, bangunan di Jayapura yang dibakar adalah rumah, tempat usaha, serta perkantoran milik pemerintah dan perusahaan swasta. Artinya, pembakaran itu tidak terkait dengan salah satu etnis tertentu.

Kondisi di Jayapura Papua

Daeng Ipul, relawan Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) yang sedang bertugas di Jayapura pun sempat diwawancarai salah satu media mainstream yang tergabung dalam tim cek fakta.

Daeng mengatakan, pada saat akun Ida Strasser Neue mengunggah videonya, dia juga menempuh perjalanan dari Abepura ke Bandara Sentani. Saat itu, Daeng hendak terbang ke Makassar.

Menurut Daeng, perjalanan dari Abepura ke bandara cukup lancar dan tanpa dikawal oleh marinir. “Jalanan sudah ramai dan warga mulai membuka toko,” katanya.

Daeng menjelaskan jalur ke bandara memang sempat tertutup pada 29 Agustus 2019 saat kerusuhan pecah karena banyak peserta demonstrasi yang berkumpul di daerah Waena dan Abepura. “Tapi itu cuma sebentar, saat mereka longmarch saja,” kata Daeng.

Kondisi di Jayapura Papua

Dikutip dari pemberitaan media mainstream lainnya, perkantoran yang juga hangus adalah Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), Kantor Komisi Pemilihan Umum Papua, Gedung Plaza Telkom, Dinas Komunikasi dan Informatika Papua, serta Kantor Balai Besar dan Meteorologi, Klomatologi, dan Geofisika Jayapura. Ada pula kantor diler Suzuki Entrop, kantor diler Daihatsu, Hotel Horison Kotaraja, Hotel Gran Abe, dan lainnya.

Syarief Ramaputra, seorang relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menegaskan, dari hasil penelusuran tersebut, didapati bahwa video yang menjelaskan bahwa gedung Bea Cukai di Jayapura, Papua tepatnya di Jalan Koti memang ludes terbakar.

"Namun narasi yang menyebutkan bahwa perjalanan ke bandara sampai 3 hari dan semua yang berbau Jawa hancur adalah keliru dan masuk dalam kategori yang menyesatkan," tegas Syarief dalam ulasan periksa faktanya di grup FB Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax, Selasa (3/9/2019).

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini