Ratusan Orang Aksi di Depan Istana Serukan Pesan Damai tentang Papua

Achmad Fardiansyah , Okezone · Senin 02 September 2019 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 02 337 2099809 ratusan-orang-aksi-di-depan-istana-serukan-pesan-damai-tentang-papua-tJzcJSHd1s.jpg Aksi damai di depan Istana, Jakarta tentang Papua (Foto: Ist)

JAKARTA - Aliansi Masyarakat Indonesia Timur menggelar aksi damai di depan Istana Negara, Jakarta. Mereka kompak mengibarkan bendera Indonesia sekaligus menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati.

Dalam tuntutannya, aksi yang diikuti ratusan orang itu menyerukan pesan perdamaian sekaligus mengecam adanya sekelompok massa yang meminta Papua merdeka. Aliansi Masyarakat Indonesia Timur pun berkomitmen menolak referendum dari pihak-pihak yang pro Papua Merdeka.

"Kami menyesalkan sampai adanya aksi itu. Itu tugas kita meredakan semua itu. Harapan kami selaku pemuda agar pemerintah menyelesaikan masalah ini," ujar Koordinator Aksi, Sudiono di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2019).

Baca Juga: Wiranto Janji Cabut Pembatasan Internet di Papua jika Situasi Aman

Menurut Sudiono, Papua adalah bagian dari NKRI. Pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk memproses hukum siapa pun yang ingin melakukan makar. Apalagi, NKRI memiliki sistem kekuataan pertahanan dari kepolisian dan TNI yang dapat dikerahkan untuk mencegah pihak-pihak yang ingin memerdekakan diri.

"Siapa pun yang melanggar aturan harus jalani proses hukum," katanya.

Kondisi di Jayapura

Sudiono memastikan, aksi yang digelar di depan Istana tanpa tekanan dan ini dilakukan berdasarkan panggilan jiwa sebagai bangsa Indonesia. Di sisi lain, ia juga mendorong agar pelaku rasial di Surabaya untuk diproses hukum.

"Kami dari pemuda Indonesia mempertanyakan ke mana Negara dan meminta kepada Presiden Jokowi untuk lebih jeli menangani kasus raisalisme di Surabaya. Hukum harus ditegakkan," tuturnya.

Sementara Kapolsek Metro Gambir Kompol Wiraga Dimas Tama mengatakan, mengerahkan ratusan aparat keamanan untuk mengawal aksi tersebut. Aksi berjalan tertib dan tak mengakibatkan kemacetan lalu lintas karena dilakukan di dalam Taman Pandang Monas.

"Sekitar 150 personel polisi diturunkan dalam menjaga aksi ini. Massa diimbau tertib dan menjaga aturan yang berlaku," katanya.

Baca Juga: Wiranto Sebut Penebalan Pasukan TNI-Polri di Papua untuk Lindungi Masyarakat

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini