Polri Bantah Sweeping Asrama Mahasiswa Papua, Ingatkan LBH Jakarta soal Bahaya Hoaks

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 02 September 2019 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 02 337 2099759 polri-bantah-sweeping-asrama-mahasiswa-papua-ingatkan-lbh-jakarta-soal-bahaya-hoaks-g1Lhy2XPBJ.jpg Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Polri membantah pernyataan Direktur LBH Jakarta Arif Maulana soal aksi sweeping polisi ke asrama-asrama mahasiswa Papua di Indonesia, terkait penanganan unjuk rasa di Papua dan Papua Barat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menganggap tudingan tersebut tak berdasar. Malahan kata dia, Polri menjamin keselamatan dan keamanan mahasiwa asal Papua.

"Tak benar, tidak benar, justru Polri jamin keamanan seluruh mahasiswa Papua yang sedang tuntut ilmu," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2019).

Dedi mengingatkan kepada LBH Jakarta untuk berhati-hati memberikan informasi. Jika informasi yang disampaikan adalah hoaks, maka bisa dijerat pidana.

"Sweeping dasarnya apa, nanti LBH buat berita hoaks, nanti bisa kami pidanakan loh dia. Dasarnya apa, faktanya dia di mana, laporkan kalau ada polisi seprti itu," ucap Dedi.

Polisi menjaga ketat asrama mahasiswa Papua di Surabaya. (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

Polisi menjaga ketat asrama mahasiswa Papua di Surabaya. (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

Dedi menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas pada anggotanya jika terbukti melakukan sweeping di asrama mahasiswa Papua, "Kalau terbukti anggota seperti begitu pasti ditindak," ujar Dedi.

Arif Maulana sebelumnya menyatakan, penangkapan delapan warga Papua dinilai tidak tepat dilakukan dan menciderai nilai-nilai demokrasi, serta mengarah pada diskriminasi etnis. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi mengeluarkan sikap dan meminta agar penangkapan segera dihentikan.

"Menghentikan penyisiran atau sweeping atau hal-hal sejenis ini kepada asrama-asrama mahasiswa Papua," kata Arif Maulana saat berbincang dengan Okezone, Senin (2/9/2019).

Kedua, menghentikan penangkapan secara sewenang-wenang dan mengambil inisiatif dialog yang berkelanjutan sebagai upaya menyelesaikan konflik di Papua secara damai.

Ketiga, mendesak aparat keamanan, khususnya kepolisian, dapat bertindak profesional dengan mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM) dalam menyikapi peristiwa yang terjadi.

Polisi menjaga ketat asrama mahasiswa Papua di Makassar. (Foto: Herman/Okezone)

Polisi menjaga ketat asrama mahasiswa Papua di Makassar. (Foto: Herman/Okezone)

"Kami menghkhawatirkan upaya berlebihan yang dilakukan kepolisian yang dapat memperburuk masalah terkait Papua yang tengah terjadi," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini