nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Internet di Papua Masih Diblokir, Wiranto: Kalau Sudah Damai Pasti Dibuka

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 01 September 2019 11:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 01 337 2099205 internet-di-papua-masih-diblokir-wiranto-kalau-sudah-damai-pasti-dibuka-xdgSe6JiBV.jpeg Menko Polhukam Wiranto di Tari Yopan Papua di CFD Bundaran HI, Jakarta (Fahreza/Okezone)

JAKARTA – Akses internet di Papua dan Papua Barat diblokir sejak 21 Agustus 2019 menyusul unjuk rasa memprotes tindakan rasis ke mahasiswa Papua yang gencar dilakukan dalam dua pekan terakhir. Pemerintah berjanji akan menormalkan lagi akses internet jika situasi keamanan di provinsi itu sudah damai.

"Pasti dibuka. Kalau sudah damai, untuk apa kita blocking medsos dan internet," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di sela menghadiri 'Tari Yospan Papua' di car free day (CFD) Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (1/9/2019).

Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu berujar, aparat kemanan yang sudah dikirim juga akan ditarik dari Papua bila situasi keamanan di Bumi Cendrawasih sudah kondusif.

"Kalau sudah damai buat apa aparat keamanan ribut-ribut dan ramai-ramai di sana. Enggak ada. Setelah damai kita kembali," ujarnya.Yospan Papua

Sebelumnya, Polri menyebut pembatasan internet dilakukan untuk tujuan meminimalisasi persebaran konten negatif yang dapat memprovokasi massa. Menurut Polri, bila akses internet tidak dibatasi, bukan tidak mungkin jumlah konten negatif semakin banyak tersebar.

Baca juga: AJI Kritik Kebijakan Perlambatan Akses Internet di Papua

Kebijakan pembatasan akses internet di Papua dan Papua Barat ditentang oleh para lembaga pegiat HAM seperti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Amnesty International dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

KontraS menilai, penambahan pasukan TNI/Polri dan pelambatan akses internet di Papua berpotensi melanggar HAM.

Baca juga: Tindakan Polisi Tangani Demo Mahasiswa Papua Diibaratkan Menghalau Asap, Bukan Api

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga mengkritik kebijakan pemerintah memblokir akses internet di Papua dan Papua Barat. Mereka menilai pemblokiran jaringan internet itu berpotensi besar menghambat masyarakat mendapatkan informasi yang benar tentang terjadi di Papua dan Papua Barat.

Acara Tari Yospan Papua turut dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiono serta tokoh Papua Fredy Numbery.

Eko Margiono menyampaikan, Papua adalah bagian NKRI. “Untuk itu, mari kita jaga perdamaian. Mari kita meriahkan acara ini kita menari bersama-sama dan kita ciptakan suasana kedamaian.”

Fredy Numbery mengatakan, “kita di sini menunjukan kebersamaan dan bersatu dalam menciptakan kedamaian di Papua dan tidak ada lagi konflik lagi di Papua.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini