nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Evaluasi Pemilu 2019, "Politik Amplop" Marak karena Caleg Malas ke Lapangan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 01 September 2019 00:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 01 337 2099123 evaluasi-pemilu-2019-politik-amplop-marak-karena-caleg-malas-ke-lapangan-NKI32H8kQo.jpg

JAKARTA - Polri menemukan sedikitnya 554 temuan politik uang yang terjadi di Pemilu 2019. Dari jumlah tersebut, 132 laporan dinyatakan sebagai tindak pidana dan diserahkan hingga ranah pengadilan.

Kepala Biro Pembinaan dan Operasional Bareskrim Polri Brigjen Pol Nico Afinta menjelaskan sebanyak 31 kasus politik uang dilakukan dengan cara konvensional, yakni memberikan amplop berisi uang dan stiker caleg tertentu.

Namun, politik uang juga kini bertransformasi, para caleg tak lagi memberikan uang, namun sembako, kebutuhan sehari-hari, hingga asuransi kecelakaan.

Baca Juga: PPATK Ungkap Politik Uang Zaman Sekarang, Beli Suara Pakai Asuransi Kesehatan

Maraknya politik uang dikomentari mantan Caleg DPR RI Dapil 5 Jawa Tengah dari Partai Perindo, Henry Indraguna. Ia mengaku selama 7 bulan kampanye terjun door to door kepada masyarakat, menemukan banyak keluhan, termasuk soal dibagikannya amplop oleh caleg lain.

"Politik amplop itu merusak, kemarin banyak masyarakat yang hatinya memilih saya namun tangannya mencoblos caleg lain karena politik uang," jelas Henry saat peluncuran buku True Story Henry Indraguna yang merupakan bioghrafi pengacara tersebut.

Menurut Henry, para caleg biasanya memakai cara singkat dengan politik uang karena malas ke lapangan dan melihat langsung kondisi masyarakat.

Henry pun mengaku tak kapok terjun ke dunia politik, ia mengungkapkan "sudah kepalang basah" terjun ke dunia politik dan melihat bagaimana masyarakat tak mendapatkan keadilan. Ia terpanggil untuk memperbaiki keadaan tersebut.

"Tujuh bulan kemarin door to door saya datang di dapil 5 Jawa Tengah, saya sudah mendengar keluhan rakyat, saya bisa merasakan betapa pedihnya mereka, oleh karena itu saya terus berjuang untuk bisa dapat posisi agar saya bisa datang membantu masyarakat," jelasnya.

Henry sendiri meluncurkan buku biografinya setebal 227 halaman, buku ini bercerita secara gamblang kisah kehidupan Henry Indraguna sejak kanak-kanak hingga mencapai popularitas beberapa tahun belakangan. Di dalam setiap bab yang terdiri dari 8 buah bab ini, selalu ditemukan pelajaran berharga, bahwa hidup harus berarti dan memberi manfaat. Dan walau kisahnya penuh dengan turbulensi tinggi, ia tetap berhasil keluar dari zona merah tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini