nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Keunggulan Wilayah Ibu Kota Baru di Kaltim Menurut BNPB

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 31 Agustus 2019 15:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 31 337 2098924 ini-keunggulan-wilayah-ibu-kota-baru-di-kaltim-menurut-bnpb-oMHyuBjK54.jpg Desain ibu kota negara baru di Kalimantan Timur (Foto: Kementerian PUPR)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan wilayah ibu kota negara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki beberapa keunggulan, di antaranya akses terhadap infrastruktur yang cukup baik.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja mengatakan wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara (PPU) diapit oleh dua daerah yang sudah berkembang, yakni Balikpapan dan Samarinda.

Di sekitaran wilayah itu, akses terhadap transportasi udara dan laut berikut infrastrukturnya sudah cukup baik. Karena itu, ia melihat tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk mengembangkan wilayah tersebut.

"Daerah ini diapit dua daerah yang sudah berkembang, yaitu kota Samarinda dan Balikpapan. Untuk transportasi udara dan laut tidak perlu lagi biaya besar karena sudah ada jaringan jalannya," kata Wisnu saat berbincang dengan Okezone, beberapa waktu lalu.

Kendati akses menuju bandara atau pelabuhan sangat dekat, pembangunan wilayah di ibu kota baru perlu memerhatikan pengendalian tata ruang berbasis mitigasi bencana. Dengan demikian pembangunan sarana-prasarana tidak menabrak pakem kebencanaan yang sudah terdeteksi.

Infografis Lipsus Ibu Kota Baru

"Kalau membangun tidak hati-hati, risikonya menjadi besar. Misalnya yang tadinya nggak banjir jadi banjir. Kalau bangunnya nggak pas bisa banjir," jelasnya.

Keunggulan lainnya, wilayah ibu kota yang baru relatif aman dari potensi ancaman bencana. Wisnu mengungkapkan, peta getaran kegempaan di wilayah tersebut relatif rendah. Selain itu, potensi ancaman banjir hanya berada pada titik-titik tertentu saja.

Wisnu menuturkan, potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut relatif kecil lantaran tanahnya mengandung mineral. Dengan demikian, secara umum wilayah ibu kota yang baru relatif aman dari ancaman bencana.

"Jadi aman lah nggak usah terlalu khawatir dengan ancaman bencana di situ, kecuali kalau kita merusak alam itu akan menimbulkan bencana sendiri," tukasnya.

Infografis Lipsus Ibu Kota Baru

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah resmi memutuskan Ibu Kota akan dipindah ke Kalimantan Timur. Lokasi tepatnya yakni di sebagian Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara (PPU).

Berdasarkan hasil kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), butuh sekira Rp466 triliun untuk proses pemindahan serta pembangunan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur. Uang Rp466 triliun tersebut rencananya bersumber dari APBN, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta pihak swasta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini