Share

Jangan Bully Pansel Capim KPK Tanpa Bukti Kuat

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 30 Agustus 2019 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 30 337 2098737 jangan-bully-pansel-capim-kpk-tanpa-bukti-kuat-I0JG042zIP.jpg Ilustrasi Gedung KPK

JAKARTA - Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengerucut menjadi 20 nama dari latar belakang profesi yang berbeda-beda.

Pro dan kontra pun mewarnai hasil seleksi tersebut lantaran beberapa capim ditemukan catatan ketidakpatuhan pelaporan LHKPN hingga dugaan penerimaan gratifikasi dari beberapa calon.

Menanggapi hal tesebut, juru bicara Serikat Masyarakat Jaga KPK, Purwa, menyatakan semua nama yang lolos tahap profile assessment dinilai memiliki kredibilitas dan diyakini mampu merubah paradigma KPK ke depan. Panitia Seleksi (Pansel) KPK pun diyakini akan berupaya maksimal dalam menyeleksi orang-orang yang akan menjadi pimpinan KPK yang berintegritas.

Massa aksi pendukung Pansel Capim KPK memegang poster sebagai bentuk dukungan (Foto: Istimewa)

Namun, ada pihak atau personal yang disebutnya mencoba melakukan manuver politik dengan mengatasnamakan kelompok, dengan melakukan tindakan persekusi dan membully Pansel dan Capim KPK. Mereka, kata Purwa, adalah Jubir KPK Febri Diansyah, Koordinator ICW Adnan Topan Husodo dan Ketua Umum YLBHI Asfinawati.

“Dari pernyataan ketiga orang itu, semuanya tidak disertai dengan bukti-bukti yang kuat. Mereka berupaya melakukan pembunuhan karakter, persekusi, intimidasi dan mencoba melakukan penggiringan opini kepada masyarakat,” kata Purwa, dalam aksinya bersama puluhan anggota Serikat Masyarakat Jaga KPK, di depan gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Baca Juga: Massa Cicak Vs Buaya Jilid IV Adu Orasi di KPK

Baca Juga: Ketum PBNU Harap KPK Jilid V Jangan Hanya Tangkap Koruptor Receh

Karena itu, pihaknya meminta semua pihak berhenti mem-bully kinerja Pansel KPK yang sudah diamanatkan langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Jangan bully capim KPK tanpa bukti kuat. Jaga Independensi KPK dari kelompok karyawan yang mengatasnamakan pejuang anti korupsi tapi ikut menjadi tim sukses capim KPK yang gagal,” pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini