nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melihat Lebih Dekat Kecamatan Sepaku, Pusat Pemerintahan Baru di Kabupaten PPU

Amir Sarifudin , Jurnalis · Sabtu 31 Agustus 2019 09:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 30 337 2098575 melihat-lebih-dekat-kecamatan-sepaku-pusat-pemerintahan-baru-di-kabupaten-ppu-7FIyho9D9j.jpg Kabupaten Penajam Paser Utara. (Foto: Amir Sarifudin/Okezone)

PENAJAM – Sebagian lahan yang akan dibangun untuk ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, masuk konsensi hak pengusahaan hutan PT ITCI Kartika Utama (ITCI KU) Arsari Group milik adik kandung Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo.

Perusahaan ini beroperasi di perbatasan Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam; hingga Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara; dengan estimasi luas mencapai 173.395 hektare.

Baca juga: Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Jaringan Internet Jadi Masalah 

ITCI mengantongi SK IUPHHK dengan nomor SK.160/Menhut-II/2012. IUPHHK adalah izin yang diberikan untuk memanfaatkan hasil hutan kayu dalam hutan alam atau dalam hutan tanaman pada hutan produksi.

Infografis lipsus ibu kota baru. (Foto: Okezone)

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud menegaskan Prabowo Subianto tidak memiliki konsesi lahan di rencana calon ibu kota negara. Namun, lahan ribuan hektare itu dikelola Hasyim Djojohadikusumo yang pernah membeli ICTI setelah dilepas investor Amerika.

"Saya rasa di sini tidak ada lahan milik Prabowo, yang punya Hashim adiknya. Kalau per orang ketentuan hukum nama orang itu tidak bisa disamakan. Jadi kalau HGU semua orang bisa pakai, yang saya tahu ITCI itu punya Amerika diakusisi anak bangsa yang namanya Bapak Hashim. Saya rasa itu biasa-biasa saja," jelasnya.

Baca juga: Ridwan Kamil Nilai Ibu Kota Baru Terlalu Luas 

Gafur juga menegaskan lahan HGU tersebut tetap milik negara karena sewaktu-waktu dipakai bisa diambil negara.

"Itu ada peraturan saat kontrak itu. Jadi kapan diambil provinsi atau kabupaten, apalagi ini yang meminta negara saya rasa Bapak Hashim berjiwa patriot. Kita lihat keputusan, karena kita harus menghormati hak dan keputusan orang lain," ucap Gofur yang akrab disapa AGM.

Terpisah, Gubernur Kaltim Isran Noor meyakini bahwa sebagian area yang akan dibangun pusat pemerintahan merupakan lahan negara yang digunakan untuk hutan tanaman industri ini pada waktunya akan dikembalikan Prabowo.

"Kalau Prabowo kan sudah janji, dia akan siap mengembalikan tanah, hak guna usaha itu kan milik negara, dia hanya dibebankan melaksanakan kegiatan usaha di situ," ujarnya saat pembukaan Pra-Munas Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia.

Baca juga: Ibu Kota Baru Berpusat di Kecamatan Sepaku dan Samboja 

Isran menjelaskan bahwa tanah negara sudah dilimpahkan kewenangan kepemilikannya atas pribadi. "HGU itu kan ada batas waktunya 30 tahun, ini kan sudah ada yang sudah habis, ada yang belum habis. Kalau negara mau menggunakan hak miliknya itu tidak terlalu sulit. Bisa sebelum 30 tahun mau digunakan negara. Walaupun baru diterbitkan (izinnya) kalau negara mau gunakan, tidak masalah," jelasnya.

Infografis lipsus ibu kota baru. (Foto: Okezone)

Sebagaimana diketahui, lokasi ibu kota baru akan lebih banyak berada di Kabupaten PPU. Luasan area Kabupaten PPU lebih dari 3.330 kilometer persegi yang di dalamnya terdapat empat kecamatan. Terbesar memang berada di Kecamatan Sepaku (berada di bagian utara) yang berbatasan dengan Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pemerintah menyatakan dalam pembanguan ibu kota negara yang masuk kawasan Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU; dan Kecamatan Samboja, Kutai Kertanegara; memerlukan luasan lahan 40.000 hektare.

AGM mengakui bahwa Kabupaten PPU yang luasnya hampir empat sampai lima kali Jakarta ini masih sepi, artinya lahan yang tersedia masih sangat banyak.

Baca juga: Pemkot Balikpapan Merasa Tak Dilibatkan dalam Pemilihan Ibu Kota di Kaltim 

Dari luas 3.333 km persegi, penduduk PPU hanya 170 ribu jiwa. Penduduk terbanyak memang berada di Kecamatan Penajam dengan 50 ribu jiwa, Kecamatan Waru 11 ribu jiwa, Kecamatan Babulu 27 ribu jiwa dan Sepaku 24 ribu jiwa.

Jika nanti dilaksanakan pembangunan fisik, tidak ada penggusuran atau pembabatan hutan secara besar-besaran.

"Tapi kami yakin kalaupun ada rehabilitasi permukiman warga mestinya masyarakat bersyukur, bahkan berterima kasih pada pemerintah pusat karena takkan ada penggusuran, kalau perbaikan itu jelas ada," tandasnya.

Didominasi Masyarakat Transmigran

Kecamatan Sepaku merupakan wilayah yang luas di Kabupaten PPU yakni 1.172 km persegi. Sementara luas Kabupaten PPU 3.333 km persegi dengan jumlah penduduknya hanya sekira 24–31 ribu jiwa.

Penduduk Kecamatan Sepaku ditempati oleh masyarakat transmigran dari Pulau Jawa, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat sejak 1974. Mereka menempati area dataran rendah dan perbukitan dengan kontur tanah naik-turun dan hutan alami, juga sebagian besar terdapat perkebunan kepala sawit.

"Cukup luas wilayah hampir sepertiga luasan dari Penajam Paser Utara ada di Sepaku yakni kurang lebih 1.172 km persegi," kata Camat Sepaku Risman Abdul (55) yang menyebut masyarakatnya menyambut baik wilayahnya dijadikan ibu kota baru.

Baca juga: Pemindahan Ibu Kota Disambut Baik Warga Jakarta Lintas Profesi 

Penduduk mayoritas bekerja di sektor perkebunan seperti kepala sawit, disusul karet dan lada. Selain itu juga pertaninan palawija, padi tadah hukan, petani pisang, petani sayur-sayuran, serta beberapa home industry kusen-kusen dari limbah kayu sisa yang ada.

"Kalau padi itu mereka mengisi spot lahan dengan manfaatkan tebing yang ada. Kan di sini kontur tanah banyak dataran tapi juga ada bukit-bukit tidakterlalui tinggi," ucapnya.

Kabupaten Penajam Paser Utara. (Foto: Amir Sarifudin/Okezone)

Di Kecamatan Sepaku, terdapat dua perusahaan perkebunan sawit namun sebelum hadir perusahaan masyarakat yang tinggal sejak 1975 sudah memilii areal pertanian seluas dua hektar yang diberikan pemerintah saat program transmirgran.

"Kalau lahan sawit itu masyarakat kita sudah punya sejak 2002 lalu mereka dapat bantuan bibit kelapa sawit dari pemerintah. Lebih dulu punya masyarakat. Luasan sekitar 10.000 hektare rata-rata jatah transmigran tanah 2 hektare. Dulu ada 4.000 KK tahun 1975 didatangkan dari Jawa. Mereka punya sertifikat lahan usahaa jatah 2 hektare ditambah lahan pekarangan," ungkapnya.

Baca juga: Surat Pemindahan Ibu Kota dari Jokowi Dibacakan di Rapat Paripurna DPR 

Saat ini jumlah masyarakaat yang menempati Kecamatan Sepaku sebanyak 36.11 orang dari 11.3000 KK yang merupakan warga transmigran.

"Itu data bulan Juli 2019 ada 36.011 KK. Mereka kan transmigran, jadi permukiman kelompok-kelompok," tambahnya.

Risman juga meyakini bahwa pembangunan IKN baru tidak mengganggu lahan-lahan permukiman warga yang lebih dulu ada di Sepaku.

"Enggak digusur karena lokasi ibu kota hampir diyakni di luar lahan-lahan masyarakat sudah lama bermukim. Tidak perlu dikhawtirkan itu saya yakin betul tidak sentuh hak-hak mereka kalau lihat desain ditampilkan media televisi atau media itu tidak menyetuh lahan permukiman dan lahan pertanian mereka," tandasnya.

Baca juga: Publik Kaltim Dukung Pemindahan Ibu Kota dan Minta Percepat Pembangunan 

Kabupaten Penajam Paser Utara. (Foto: Amir Sarifudin/Okezone)

Karena begitu mereka ada isu IKN dipidahkan, lalu isu IKN ke Pulau Kalimantan lebih mengerucut lagi IKN Kaltim yang diperkuat pernyataan persiden bahwa ibu kota sebagaian PPU dan Kukar. "Itu sudah paham justru mereka respons baik," ujar Camat Risman yang tinggal sejak 1987 di Sepaku.

Meski belum ada pengumuman titik pasti, diyakini Kecamatan Sepaku dan Samboja menjadi loaksi utama pembangunan ibu kota baru. Alasan dua kecamatan ini merupakan hamparan darat yang menjadi satu kesatuan.

Baca juga: DPR Harap Ibu Kota Baru Tak Miliki Masalah Seperti Jakarta 

"Sejak ditetapkan ibu kota pindah ke sebagian PPU dan Kukar hasil analisis saya kalau kita hubungkan dua daerah itu PPU–Kukar adanya Kecamatan Sepaku. Kenapa? Karena itu satu kesatuan daratan atau hamparan, ssehingga apa yang ditetapkan itu sudah tentu Sepaku. Itu analisis saya ya," ujarnya menutup pembicaraan.(han)

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini