KPK Pertahankan Predikat Lembaga Paling Dipercaya Mulai dari Seleksi Capim

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 30 Agustus 2019 13:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 30 337 2098559 kpk-pertahankan-predikat-lembaga-paling-dipercaya-mulai-dari-seleksi-capim-VgyORrsZuq.jpg Wakil Ketua KPK Laode M Syarief (Foto: Okezone)

JAKA‎RTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan predikat sebagai lembaga yang paling dipercaya oleh masyarakat. Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait efek kinerja pemberantasan korupsi terhadap dukungan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2016-2019.

Tentu bukan hal yang mudah untuk mendapatkan serta mempertahankan predikat tersebut kedepannya. Kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, untuk mempertahankan predikat tersebut harus dimulai dari seleksi calon pimpinan lembaga antirasuah yang saat ini sudah memasuki tahap akhir.

"Untuk mempertahankan predikat itu, maka harus dimulai dari pemilihan komisionernya," kata Syarif kepada Okezone, Jumat (30/8/2019).

Sekadar informasi, saat ini tersisa 20 capim KPK yang telah mengikuti seleksi tahap akhir yakni uji publik dan tes wawancara selama tiga hari kemarin. Nantinya, 20 kandidat tersebut akan disaring menjadi 10 orang oleh Presiden Jokowi.

KPK

Baca Juga: Jubir KPK Duga Pelaporan Dirinya ke Polisi Terkait Seleksi Capim KPK

Setelah disaring, 10 kandidat yang terpilih akan dikerucutkan menjadi lima nama oleh Komisi III DPR. Kelima orang yang dipilih oleh Komisi III tersebut nantinya akan memimpin KPK jilid V periode 2019-2024.

Kendati demikian, kritikan keras terus dilayangkan sejumlah pihak, khususnya koalisi masyarakat terhadap keputusan pansel yang meloloskan 20 capim KPK dari tes profile assestment. Pansel dinilai tidak serius menyeleksi para capim.

Koalisi masyarakat menilai ada sejumlah nama yang memiliki rekam jejak buruk dari 20 kandidat yang tersisa. Bahkan, pansel juga santer disebut memberikan ‘karpet merah’ bagi calon dari institusi Polri dan kejaksaan.

Penilaian koalisi masyarakat ini diperkuat oleh catatan hitam ke-20 calon yang dirilis KPK beberapa waktu lalu. Dalam catatan itu, KPK menemukan ketidakpatuhan pelaporan LHKPN hingga dugaan penerimaan gratifikasi dari beberapa calon.

Tak hanya itu, Komisi Antikorupsi juga mencatat adanya dugaan perbuatan melanggar hukum lain yang pernah dilakukan sejumlah calon, misalnya pelanggaran etik. Sayangnya, hingga saat ini KPK belum membeberkan nama-nama yang dimaksud.

Syarif berharap pimpinan jilid V dapat mempertahankan predikat KPK sebagai lembaga yang paling dipercaya kedepannya. Bahkan, dia meminta agar pimpinan selanjutnya dapat membawa KPK ke arah yang lebih baik.

"Kedua, semoga kinerja KPK berikut tetap seperti sekarang atau lebih baik," ucapnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini