nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Giliran Istri Setya Novanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi e-KTP

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 30 Agustus 2019 10:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 30 337 2098476 giliran-istri-setya-novanto-diperiksa-kpk-terkait-kasus-korupsi-e-ktp-o2WYshrkyB.jpg Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor Datangi KPK untuk Jalani Pemeriksaan Kasus Korupsi e-KTP (foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Istri Setya Novanto (Setnov), Deisti Astriani, pada hari ini. Deisti akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitas‎nya sebagai saksi untuk tersangka PLS (Paulus Tannos)," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi Divisi Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Jumat (30/8/2019).

Baca Juga: Alasan Setnov Langsung Ajukan PK Terkait Perkara Korupsi e-KTP 

KPK Kembali Periksa Istri Setnov Deisti Astriani Tagor

‎Sebelumnya, penyidik KPK telah lebih dulu memeriksa dua anak Setnov yakni Dwina Michaella dan Rheza Herwindo, sejak dua hari kemarin. Keduanya juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Paulus Tannos.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Empat tersangka baru tersebut yakni, mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. 10 tersangka tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari. Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi e-KTP.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan e-KTP.

Baca Juga: KPK Panggil Putra Setnov Rheza Herwindo Terkait Korupsi e-KTP


(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini