nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Sekda Nonaktif Jabar sebagai Tersangka Kasus Meikarta

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 30 Agustus 2019 10:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 30 337 2098470 sekda-nonaktif-jabar-diperiksa-sebagai-tersangka-suap-proyek-meikarta-Hs0ZsXKPea.jpg Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Sekretaris daerah nonaktif Jawa Barat, Iwa Karniwa (IWK), dijadwalkan hari ini diperiksa oleh Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.

"IWK diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Divisi Humas KPK Yuyuk Andriyati, Jumat (30/8/2019).

Baca juga: KPK Geledah Rumah Iwa Karniwa di Cimahi 

KPK sendiri telah menetapkan Iwa Karniwa sebagai tersangka pengembangan kasus dugaan suap pengurusan izin megaproyek Meikarta di Cikarang.

Iwa Karniwa. (Foto: Sindonews)

Iwa Karniwa diduga menerima suap Rp900 juta untuk mengurus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang masih berkaitan dengan proyek Meikarta.

Baca juga: Geledah Ruang Kerja Sekda Jabar, KPK Sita Dokumen RDTR 

Sejak ditetapkan sebagai tersangka, KPK tidak melakukan penahanan terhadap Iwa Karniawa. Belum diketahui apakah Iwa akan langsung ditahan atau tidak setelah diperiksa sebagai tersangka pada hari ini.

Selain Iwa, KPK juga telah menetapkan mantan presiden direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto (BTO), sebagai tersangka dalam pengembangan kasus Meikarta.

Baca juga: KPK Cecar Mantan Gubernur Jabar Aher Soal Perizinan Proyek Meikarta 

Bartholomeus diduga bersama-sama terpidana korupsi ini yaitu Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, serta Fitra Djaja Purnama berupaya meloloskan izin pemanfaatan penggunaan tanah (IPPT) terkait pembangunan proyek Meikarta.‎

Mereka diduga menyuap mantan bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, sebesar Rp10,5 miliar yang uangnya disinyalir berasal dari PT Lippo Cikarang.

Baca juga: KPK Konfrontir 2 Legislator PDI-P Diduga Terkait Aliran Suap Proyek Meikarta 

Uang tersebut untuk mengurus IPPT terkait pembangunan proyek Meikarta di Cikarang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini