KPK di Urutan Teratas Lembaga Paling Dipercaya Publik Versi Survei LSI

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 29 Agustus 2019 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 29 337 2098347 kpk-di-urutan-teratas-lembaga-paling-dipercaya-publik-versi-survei-lsi-kE2CxdOJbI.jpg Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky

JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) memaparkan temuan survei nasional periode 2016-2019 tentang efek kinerja pemberantasan korupsi terhadap dukungan pada Presiden Joko Widodo. Hasilnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi institusi paling dipercaya masyarakat.

"KPK berada di urutan teratas sebagai lembaga yang dipercaya publik," kata Peneliti Senior LSI, Burhanuddin Muhtadi di Hotel Mercure, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2019).

KPK meraih tingkat kepercayaan sebesar 84%, dengan rincian 22% sangat percaya dan 62% cukup percaya. Sedangkan lembaga Presiden menempati urutan kedua dengan tingkat kepercayaan 79%. Urutan ketiga ditempati institusi Kepolisian sebesar 79%, lalu disusul Pengadilan 71%, DPR 61%, dan partai politik 53%.

"Dalam empat tahun terakhir, KPK masih menjadi lembaga yang paling dipercaya publik, kemudian Presiden, dan polisi. Sementara DPR dan parpol masih berada di bawah," tutur Burhanuddin.

Sementara itu, sebanyak 10,3% responden menganggap pemerintah sudah sangat banyak bekerja dalam memberantas praktik korupsi dan suap. Sedangkan 50,8% mengaggap pemerintah cukup banyak bekerja dalam sektor tersebut. Di sisi lain, 28,0% menilai pemerintah belum banyak bekerja pada sektor pemberantasan rasuah.

KPK

"Mayoritas warga menilai pemerintah sekarang sudah cukup banyak (50,8%) dan sangat banyak (10,3%) bekerja dengan baik dalam memberantas korupsi dan suap. Namun masih ada 28% yang menilai pemerintah belum banyak bekerja," terang dia.

Dilihat dari preferensi pilihan capres-cawapres menurut kinerja pemberantasan korupsi, 63% pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin menilai pemerintah sudah banyak bekerja memberantas korupsi, sedangkan yang menilai belum banyak bekerja hanya 36,2%.

Lalu 63,8% pemilih Prabowo-Sandi menilai pemerintah belum banyak bekerja pada pemberantasan korupsi. Sedangkan 36,6% menganggap pemerintah telah banyak bekerja.

"Orang yang percaya Presiden umumnya percaya pada KPK. Kalau Presiden salah langkah dalam kebijakan pemilihan pimpinan KPK, bukan tidak mungkin pendukung Presiden yang pro-KPK akan menarik diri," ujar Burhanuddin.

Ia mengingatkan, pengambilan keputusan soal masa depan KPK mesti hati-hati. Pasalnya, lembaga antirasuah masih menempati kepercayaan publik tertinggi. Jika ada skenario untuk mengamputasi kewenangan KPK, maka akan ada sentimen dari publik.

"Apa poinnya? Jangan main-main terhadap masa depan KPK. Karena dibanding lembaga lain, KPK paling tinggi tingkat kepercayaannya," ucap Burhanuddin.

Survei LSI kali ini menampilkan data tren dari hasil survei nasional pada 2016, 2017, dan 2018. Populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang sudah berumur 17 tahun atau lebih. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan total responden sebanyak 1.220 sebagai sampel basis.

Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Adapun waktu wawancara lapangan pada survei ini berlangsung pada 11-16 Mei 2019.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini