nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua DPR Bambang Soesatyo: Bangsa Kita Sedang Diuji

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2019 09:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 29 337 2097998 ketua-dpr-bambang-soesatyo-bangsa-kita-sedang-diuji-9KPMZecGon.jpg Bambang Soesatyo. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bangsa Indonesia sedang diuji akal sehatnya setelah melaksanakan Pemilihan Umum Serentak 2019. Politikus Golkar itu mengatakan di usia ke-74 tahun, Indonesia justru diuji oleh orang-orang pintar yang memproduksi hoaks guna memecah belah bangsa sendiri.

"Judul 'akal sehat' ini sengaja saya pilih karena momennya sangat tepat. Bangsa ini sedang diuji akal sehatnya. Kita hampir saja pecah, hampir saja terbelah, ketika kita sama-sama memasuki penyelenggaraan pilpres dan pileg sampai berakhir kemarin di MK. Hampir kita terbelah," ujar Bamsoet dalam peluncuran bukunya berjudul 'Akal Sehat' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 29 Agustus 2019.

Baca juga: Bamsoet Sebut Tak Masuk Akal Pejudi di DPP Golkar Penyusup

"Kenapa terbelah? Karena banyaknya orang-orang pintar yang rajin memproduksi hoaks, sehingga kehilangan akal sehatnya," lanjut dia.

Bambang Soesatyo luncurkan buku 'Akal Sehat'. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

Bamsoet mengatakan, bangsa Indonesia sudah dinyatakan lulus bila berhasil melantik Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin sebagai presiden serta wakil presiden terpilih. Selain itu, bangsa Indonesia akan berhasil melewati ujian orang-orang yang gemar memproduksi hoaks jika kembali berhasil melantik anggota DPR terpilih di Pileg 2019.

Baca juga: Ada Upaya Pembentukan Opini di Balik Insiden Kerusuhan Papua

"Presiden dilantik, maka selesailah atau ritual lima tahunan kita sebagai agenda nasional, dan kita lalui dengan baik," paparnya.

Dalam bukunya itu, mantan wartawan ini juga menuliskan pemikiran tentang sistem demokrasi liberal yang dianut Indonesia. Bamsoet menilai bahwa sistem demokrasi sebaiknya dievaluasi.

Baca juga: Ketua DPR RI Bamsoet: Upaya Menjadi Parlemen Modern dan Terbuka Harus Diteruskan

"Semua berpulang kepada kita semua kalau nanti ditimbang-timbang lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, barangkali tidak ada salahnya juga dan tidak perlu kita menggantikan gengsi setinggi langit, bangsa ini memiliki filosofi yang luar biasa dalam demokrasi yaitu pada sila keempat 'Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan'," terangnya.

Bamsoet menyerahkan sepenuhnya kepada publik soal sistem demokrasi Indonesia ini. Ia hanya ingin demokrasi Indonesia tidak hanya dihitung berdasarkan angka-angka, melainkan musyawarah dan mufakat, sehingga bisa mengakomodasi aspirasi dan persoalan masyarakat.

Baca juga: Bamsoet Buka Posko Pemenangan Hadapi Munas Golkar 

"Ini renungan buat kita, apakah tetap kita pertahankan demokrasi kita saat ini atau kita kembali. Saya sudah menyampaikan sebagai pimpinan DPR kepada para akademisi, para ahli, para ilmuwan, untuk mengkaji lagi sistem demokrasi yang saat ini kalau nanti kesimpulannya demokrasi ini baik bagi rakyat dan untuk rakyat dan menyejahterakan rakyat kita tetap berjalan. Tetapi kalau tidak, mari kita lakukan kembali (pilpres dipilih DPR)," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini