Ada Upaya Pembentukan Opini di Balik Insiden Kerusuhan Papua

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 29 Agustus 2019 02:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 29 337 2097926 ada-upaya-pembentukan-opini-di-balik-insiden-kerusuhan-papua-lzk5UL8cnX.jpg KSP Moeldoko (foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menilai, ada upaya pembentukan opini di balik insiden kerusuhan yang dilakukan oleh masyarakat Papua dengan merusak berbagai fasilitas umum di sana.

Moeldoko tengah mengecek kebenaran dari pemberitaan yang dilakukan media asing. Dalam berita itu disebutkan bahwa terdapat enam orang tewas akibat tertembak oleh aparat.

"Saya cek tadi ke lapangan, benar nggak ini Pangdam ada yang tertembak 6 orang. Justru yang meninggal kan dari TNI 1 orang, luka dari kepolisian 2 orang. Tapi beritanya sudah sampai 6 masyarakat sipil diberondong oleh aparat keamanan," ujar Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/8/2019).

 Baca juga: Amankan Demo di Papua, 1 TNI Tewas dan 5 Polisi Terluka Kena Panah

"Ini memang ada upaya masih pembentukan opini di luar yang dilakukan. Dan konfirmasi kebenarannya masih belum jelas," tambahnya.

Mantan Panglima TNI itu memastikan bahwa pihaknya masih menunggu informasi resmi yang tengah ditanyakannya kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Sementara dari Pangdam tadi, karena Pangdam dengan Panglima TNI baru turun dari pesawat, sementara jawabannya seperti itu. Belum ada laporan," tuturnya.

 Baca juga: Panglima TNI: Tidak Ada Ruang dan Tempat bagi Pelaku Rasis

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) membenarkan adanya campur tangan asing dalam insiden kerusuhan di Tanah Cendrawasih. Namun, ia enggan merinci siapa dalang di balik kerusuhan itu.

"Itu sudah pasti (ada campur tangan asing) di Papua. Kan pasti ada penumpang gelapnya. Pertama yang bisa kita cium ada asing yang ingin narik Papua dari Indonesia," kata Bamsoet usai meluncurkan bukunya 'Akal Sehat Bambang Soesatyo'.

Ia pun menyesalkan adanya aksi pengibaran bendera Bintang Kojora di depan istana dalam unjuk rasa yang dilakukan demonstran Papua. Menurut dia, ada pihak yang ingin eskalasi politik di Papua semakin memanas karena peristiwa yang dialami mahasiswa Papua di Jawa beberapa waktu lalu.

"Justru kita menyesalkan terjadinya peristiwa yang mengarah kepada SARA yang terjadi di Jatim yang memicu dari pada eskalasi ini. Maka kita berharap tidak terjadi lagi karena bagaimana pun Papua adalah bagian dari Indonesia," tandasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini