Abraham Samad : Ada Ancaman Berbahaya Akan Timpa KPK

Achmad Fardiansyah , Okezone · Rabu 28 Agustus 2019 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 28 337 2097854 abraham-samad-ada-ancaman-berbahaya-akan-timpa-kpk-tT9kH0p3HD.jpg Mantan Ketua KPK Abraham Samad (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad mengaku prihatin atas proses seleksi pemilihan calon pimpinan KPK.

"Sebenarnya hari ini kita ketemu dengan para tokoh masyarakat dengan para mantan pimpinan KPK. Ini adalah bagian dari rasa bentuk keprihatian," katanya di gedung PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat. Rabu (28/8/2019).

Samad melihat dalam proses tersebut diduga adanya ancaman terhadap pansel umtik meloloskan para capim KPK yang bermasalah.

"Kami mendalam melihat bahwa ada semacam ancaman yang sangat berbahaya yang akan menimpa KPK apabila proses seleksi pimpinan KPK yang sekarang ini terus dilanjutkan dan meloloskan orang-orang bermasalah. Seperti tadi yang sudah dicantumkan kriterianya di dalam surat pernyataan sikap," tuturnya.

Ilustrasi Gedung KPK

Karena itu, dirinya meminta agar Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk turun tangan merespons persoalan yang terjadi di lembaga anti rasuah itu.

"Kita sebagai mantan pimpinan dan tokoh masyarakat sangat berharap ada respons yang serius dari bapak presiden untuk segera tidak meloloskan nama-nama yang bermasalah yang kami anggap bisa melumpuhkan dan merontokkan lembaga yang kita cintai yaitu KPK," ujar Samad.

Baca Juga: Buya Syafii Minta Pansel Dengar Kritikan KPK

Baca Juga: Fadli Zon & Sandi Dorong Anak Muda Jadi Petani

Sebelumnya, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Ma'arif meminta Pansel calon pimpinan lembaga antirasuah jilid V tidak alergi terhadap kritikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Buya berharap agar pansel mendengarkan masukan dari KPK terkait rekam jejak para capim.

"Profesional dan transparan kan enggak cukup. Dengar juga pendapat dari masyarakat, dari KPK," kata Buya Syafii.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini