Amankan Demo di Kabupaten Deiyai Papua, Polri: Jangan Terprovokasi!

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 28 Agustus 2019 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 28 337 2097758 amankan-demo-di-kabupaten-deiyai-papua-polri-jangan-terprovokasi-fMwH5zGtWX.jpg Aksi Damai Mahasiswa Papua di Jakarta (foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Satu orang anggota TNI AD dikabarkan meninggal dunia dan 5 orang polisi terluka akibat serangan anak panah saat mengamankan aksi unjuk di Kabupaten Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019).

Aksi tersebut dilakukan buntut daripada tindakan rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Jawa Timur beberapa waktu lalu. Anggota TNI-Polri saat ini masih berusaha meredam aksi unjuk rasa tersebut.

Baca Juga: Amankan Demo di Papua, 1 TNI Tewas dan 5 Polisi Terluka Kena Panah 

Aksi Demonstrasi Warga Papua Barat Menolak Rasisme/Foto: Saldi Hermanto

"Kondisi saat ini aparat kepolisian bersama TNI masih berupaya semaksimal mungkin melakukan pengendalian terhadap massa," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Hotel Mercure, Jakarta Utara, Rabu (28/8/2019).

Dedi mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan pemerintah daerah mengimbau agar masyarakat tidak terpancing oleh sekelompok orang yang berusaha merusak keutuhan NKRI.

Sebab kata dia, dalam situasi seperti itu besar kemungkinan ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab berusaha 'memboncengi' aksi tersebut.

Baca Juga: Polisi Periksa 21 Saksi Kasus Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua 

"Masyarakat (jangan,-red) terprovokasi terhadap pasukan-pasukan, sekelompok orang yang akan memanfaatkan situasi seperti terjadinya kericuhan, dan tindakan anarkis lainnya," ungkap Dedi.

Sebelumnya diberitakan, aksi tersebut awalnya berjalan dengan aman dan damai, namun setelah ada ribuan masyarakat yang datang dengan membawa senjata tajam seperti panah kericuhan pun tak terhindarkan. Alhasil anggota menjadi korban.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini