nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Periksa 21 Saksi Kasus Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 28 Agustus 2019 15:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 28 337 2097711 polisi-periksa-21-saksi-kasus-ujaran-rasis-ke-mahasiswa-papua-z0Izjl3tve.jpg Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera (iNews)

JAKARTA – Polda Jawa Timur dalam dua hari terakhir memeriksa 21 saksi terkait kasus ujaran rasisme, kebencian dan diskriminasi ras terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Tersangkanya segera diumumkan.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, saksi diperiksa tersebut masing-masing 16 orang kemarin, kemudian lima orang diminta keterangan hari ini.

"Dari 21 saksi itu, tentu yang ditunggu adalah siapa tersangka,” kata Barung kepada pers di sela Rakernis Divisi Humas Polri dan Kabid Humas Polda se Indonesia di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (28/8/2019).

Polisi segera menetapkan tersangka sesuai dengan video ujaran rasis terhadap mahasiswa Papua yang sempat viral di media sosial. Tersangka, kata Barung, akan diumumkan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan.Papua

Desakan agar Komnas HAM mengusut kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua (Okezone)

“Kapolda akan mengumumkan (tersangka dalam) satu atau dua hari ini," ujarnya.

Baca juga: Komnas HAM Didesak Usut Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua di Jatim

Sebagaimana diketahui, serangan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya diduga terjadi pada Sabtu 17 Agustus 2019, saat Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan dikepung oleh ormas dan aparat berbaju militer.

Baca juga: Kapolri Akui Kerusuhan di Manokwari Dipicu Peristiwa di Surabaya & Malang

Polisi saat itu menembakkan gas air mata ke asrama lalu menangkap 43 mahasiswa Papua. Ketika itu diduga beberapa oknum yang mengepung Asrama Papua mengeluarkan kata-kata rasis dan penghinaan etnis. Videonya belakangan viral.

Baca juga: Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 43 Orang Diamankan

Tindakan rasisme segelintir orang di Jawa Timur itu memicu kemarahan masyarakat Papua. Mereka turun ke jalan berunjuk rasa meminta aparat menindak pelaku dan mengecam tindakan diskriminasi serta penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya. Demo di Manokwari, Sorong, Fakfak, Papua Barat serta di Timika, Papua diwarnai kerusuhan.

Setelah adanya kerusuhan, pemerintah baru bersikap meminta Polri mengusut kasus ujaran kebencian dan rasisme.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini