Fadli Zon Minta Penerapan Hukuman Kebiri Dikaji Kembali

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 28 Agustus 2019 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 28 337 2097663 fadli-zon-minta-penerapan-hukuman-kebiri-dikaji-kembali-07aQYuz1MO.jpg Wakil Ketua DPR Fadli Zon (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menginginkan penerapan hukuman kebiri kepada pelaku kejahatan seksual dikaji kembali. Sebab, masih pro kontra, apalagi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak penerapan hukuman kebiri.

“Saya kira itu perlu ada satu kajian di kalangan komisi terkait bagaimana ini kan masih pro dan kontra di masyarakat. Saya dengar juga pendapat dokter bahwa mereka tidak mungkin memberikan orang itu jadi sakit, kan tugas mereka menyembuhkan,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Baca Juga: KPAI: Hukuman Kebiri Kimia Pemerkosa 9 Anak Upaya Beri Efek Jera 

Fadli menilai, hukuman kebiri kepada pelaku pelaku kejahatan seksual tak akan menyelesaikan masalah. Karena itu, dia meminta dikaji kembali dan menghasilkan hukuman yang dapat memberikan efek jera.

"Kita berharap ada penyelesaian. Mungkin satu penindakan hukum yang tegas itu penting ketimbang kebiri. Hukumnya saja dipertegas dan aturan yang jelas," ujarnya.

 Ilustrasi pencabulan

Sebagaimana diketahui, Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur memvonis Muhammad Aris (20), terdakwa pemerkosaan terhadap sembilan anak di bawah umur, dengan hukuman kebiri kimia. Ia juga dijatuhi hukuman kurungan penjara selama 12 tahun dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Baca Juga: Hukuman Kebiri Kimia Pemerkosa Anak Dinilai Melanggar HAM 

Muhammad Aris sebelumnya telah diamankan kepolisian pada 26 Oktober 2018 setelah aksi bejatnya pada 25 Oktober 2018 sekira pukul 16.30 WIB terekam kamera pengawas (CCTV) salah satu perumahan di Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Dalam aksinya, pelaku selalu mengiming-imingi korbannya dengan memberi kue atau uang saku. Setelah korban mau terbujuk, ia membawa ke tempat sepi lalu memperkosanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini